MATATELINGA, Tobasa: Bupati Tobasa Darwin Siagian dan Mentri Perikanan dan kelautan Susi Pudjiastuti menghimbau masyarakat Toba Samosir agar mengurangi penggunaan sampah plastik. [adx]Sampah plastik menjadi salah satu penyumbang terbesar dalam pencemaran lingkungan hingga Indonesia mendapat peringkat kedua penyumbang sampah terbesar setelah negara China di laut Pasifik.Dalam wawancara dengan awak media pada Minggu, (15/9/2019), Susi mengatakan bahwa bahaya penggunaan sampah sudah sangat memprihatikan. Beliau mendorong agar dibuat perda tentang sampah dan penggunaan plastik sekali pakai. Dihadapan para tamu undangan di Parparean Porsea, Susi dan bupati Tobasa memperlihatkan barang plastik berupa keranjang dan botol air minum yang bisa dipergunakan setiap belanja ke pasar. "Jangan gunakan kantong plastik yang sekali pakai untuk belanja" ungkap beliau.[adx]Plastik dalam penelitian para ahli akan lapuk dan membutuhkan waktu ratusan tahun. Ini yang menjadi persoalan dan mengakibatkan plastik menjadi penyumbang dan penguras dana negara. Daur ulang sampah begitu sangat penting dan lebih penting ialah mengurangi penggunaan sampah setiap hari. Botol air minum diharapkan dipergunakan jika hendak bepergian mengurangi pengeluaran dan mengurangi sampah plastik air minum dalam kemasan.[adx]Susi berpendapat agar masyarakat Tobasa menyambut baik prioritas lokasi danau Toba menjadi wisata kelas dunia yang dananya lumayan besar hingga 3,5 trilyunan.Diakhir kata, Susi sangat berharap agar masyarakat mencintai lingkungan dan Danau Toba. "Karena Danau Toba yang kita jual, tentu kebersihan dan pemeliharaan lingkungan sangat penting agar wisatawan bisa datang kembali" ungkapnya.