MATATELINGA, Medan: Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Riau mulai memapar wilayah Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Akibatnya, indeks pencemaran udara akibat asap itu meningkat, walau secara parameter pengamatan masih dalam kategori sedang ke tidak sehat. Plt Kepala BPBD Asahan, John Hardi Nasution mengungkapkan, kabut asap kiriman tersebut telah memapar sebagian besar wilayah Asahan, setidaknya dalam tiga hari terakhir."Kabut asap ini diduga karena kebakaran hutan dan kahan di beberapa wilayah di Sumatera seperti Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan dan Lampung," katanya, Selasa (17/9).Adapun parameter kesehatan udara tersebut dibagi dalam enam level, yakni level baik, sedang, tidak sehat, sangat tidak sehat dan berbahaya.Aktivitas masyarakat di sana juga dilaporkan mulai terganggu karena paparan asap kiriman tersebut. Masyarakat tidak bisa leluasa beraktivitas di luar rumah, karena asap makin pekat.Melihat kondisi tersebut, pihak BPBD mulai melakukan upaya pengurangan risiko dampak pencemaran karena asap dengan menbagi masker kepada masyarakat. "Kami membagikan 2000 masker sehat secara cuma-cuma kepada masyarakat dan berkedara," katanya.Pihaknya berharap, dengan aksi tersebut timbul kesadaran untuk mengurangi risiko secara personal masyarakat terhadap dampak pencemaran asap yang terjadi. Selain itu, pihaknya mengimbau warga untuk menjaga kesehatan, mengurangi aktivitas diluar rumah di saat kondisi pencemaran asap terjadi jika tidak perlu, menggunakan masker jika keluar rumah, memperbanyak mengkonsumsi air putih. "Setidaknya kita bisa tekan efek yang bisa merugikan kesehatan dari kejadian ini," pungkasnya. (mtc/fae)