MATATELINGA, Medan: Kota Medan sejak Rabu (18/9) pagi diselimuti kabut asap tipis. BMKG menegaskan kabut asap berasal dari dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Sumut. Kepala BBMKG Kota Medan Edison Kurniawan menjelaskan, pihaknya menemukan enam titik panas (Hotspot) di sejumlah kabupaten. Titik panas terdeteksi di Kabupaten Asahan, Humbang Hasundutan, Padang Lawas Utara dan Labuhan Batu. [adx]"Kami pantau dari satelit Terra dan Aqua ada enam titik panas dengan tingkat kepercayaan kitang dari 50 persen," kata Edison.Edison juga menjelaskan jika arah angin saat ini terpantau bertiup dari arah Tenggara hingga ke Barat Daya. Sehingga kabut asap juga ikut bergerak ke arah Kota Medan dan Deli Serdang. Kabut asap yang menyelimuti Medan dan Deli Serdang dipastikan dari titik api yang ada di empat kabupaten. [adx]"Dari pengamatan saat ini, kelembaban udara cukup tinggi sekitar 80 persen. Kemudian suhu udara 27 derajat celcius. Dengan kelembaban dan suhu udara tersebut mengindikasi bahwa kabut ini masih bertahan dari pagi hingga siang hari," ungkapnya. Edison berharap Pemkab di Sumut bisa cepat tanggap dalam mengatasi Karhutla. Pemkab juga diminta waspada. "Tolong dihindari kegiatan yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan, jangan buang puntung rokok sembarangan dan dijaga kelestarian hutannya. Kurangi aktifitas di luar ruangan dan sediakan masker untuk langkah antisipasi," pungkasnya.(mtc/fae)