MATATELINGA, Medan: Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) meresmikan Museum Al Qur'an Sumatera Utara di Jalan Pancing Kabupaten Deli Serdang, Sumut, Minggu (22/9). Lima puluh Mushaf Al Qur'an berusia ratusan tahun dari berbagai wilayah di Sumut terpajang di kotak kaca museum tersebut.Pendiri Museum Alquran Dr. Phil Ichwan Azhari mengatakan hadirnya Mushaf Alquran kuno di Sumut, menunjukan adanya peredaran intelektual di Sumut hingga menjadi tempat pertemuan berbagai naskah. [adx]"Walupun begitu Sumut khusunya Pantai Timur memliki naskah yang khas yang original yang disebut Mushaf Sumatera Utara Pantai Timur," ujar Sejarawan Universitas Negeri Medan itu.Naskah mushaf original itu berasal dari Kabupaten Simalungun, Wilayah Pesisir Timur Sumatera, Barus, Kota Medan dan Kabupaten Langkat. Namun sayang selama ini tidak banyak orang mengetahuinya." Sehingga dalam peta departemen agama resmi, peta sebaran Manuskrip Alquran Kuno Sumut tidak termasuk di dalamnya. Peta (manuskrip) menunjukkan Aceh, (lalu) Sumut kosong langsung Riau, ada 4 wilayahnya yang tidak masuk penyebarannya. Sumut salah satunya," ujar Ichwan[adx]Dari puluhan Mushaf di museum itu satu diantaranya memiliki usia tiga ratus tahun lebih. Ichwan meyakini Mushaf tersebut lebih tua dibanding Mushaf Alquran tertua di Kota Ternate yang sudah ada sejak abad ke 16Kata Ichwan lamanya usia Al Qur'an dapat diketahui dari kolofon Alquran. Kolofon merupakan tulisan paling akhir dari penulis manuskrip Al Qur'an yang mencakup pesan hingga tanggal Alquran itu dibuat.Dari angka yang tercantum, menurut Ichwan Alquran kuno di Sumut termasuk Mushaf Alquran tertua yang ada di Indonesia yangberusia sekitar 370 tahun. Angka itu lebih tua sekitar 115 tahun daripada mushaf Ternate yang usianya juga dihitung berdasarkan kolofon.[adx]"Kita menemukan kolofon di Alquran yang kita temukan, kapan dia tulis dan penyebutan itu bukan hanya deskripsi tapi ada angkanya di situ. Lebih tua dari yang di Ternate. Makanya kita klaim bahwa Sumut memiliki manuskrip berdasarkan kolofon tertua di Indonesia," ujar Ichwan Karena itu menurutnya, sejauh ini keberadaan Mashaf Al Qur'an di Sumut menjadi kontroversi lantaran Sumut tidak diaggap sebagai jalur manuskrip Al Qur'an kuno " Jadi tim ahli dari manuskrip Alquran di Museum Alquran Jakarta menyatakan meragukannya. Untuk itu diperlukan kajian lebih lanjut," tandas Ichwan. (mtc/fae)