Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Mewujudkan Kemandirian Pangan Itu Butuh Komitmen
Dari Jamuan Makan Malam Dengan Gubsu

Mewujudkan Kemandirian Pangan Itu Butuh Komitmen

- Senin, 23 September 2019 21:34 WIB
Matatelinga/James P Pardede
Anggota DPRD Sumut Fraksi PDI Perjuangan Sugianto Makmur.
MATATELINGA, Medan: Dari acara jamuan makan malam anggota DPRD Sumut dengan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, ada beberapa hal yang disampaikan Gubernur dihadapan anggota dewan yang hadir, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan partai politik serta undangan lainnya di Hotel Santika Premier Dyandra Medan, Jumat (20/9/2019) lalu.

[adx]

 Dari pertemuan tersebut, salah seorang Anggota DPRD Sumut Fraksi PDI Perjuangan Sugianto Makmur menyampaikan bahwa Gubsu Edy Rahmayadi bercerita tentang negara Tiongkok yang dalam kesempatan tersebut menyebutnya China. Negara ini luar biasa sangat maju di bidang militer dan melampaui Amerika, juga perlahan tapi pasti menguasai ekonomi dunia.

Lalu, rencana Gubernur Sumut membangun jalan-jalan untuk mengurai kemacetan, sport centre serta yang lainnya disampaikan dalam silaturahmi itu.

[adx]

"Buat saya, itu semua penting. Tapi yang tidak kalah pentingnya, memastikan makanan kita cukup. Kita tidak akan mungkin mengejar ketinggalan di bidang militer. Sudah terlambat puluhan tahun. Lebih baik, selain infrastruktur jalan dan fasilitas publik, Gubernur juga sebaiknya memikirkan memajukan pertanian untuk mengambil bagian dalam mencapai kemandirian pangan nasional," kata Sugianto Makmur.

Untuk mencapai kemandirian pangan nasional itu, tidak semudah membalik tangan. Ada beberapa hal yang perlu dibenahi. Pertama, membangun infrastruktur, pengetahuan pertanian, mekanisasi pertanian, benih dan bibit unggul serta pembukaan lahan pertanian berkelanjutan. Ini perlu dilakukan untuk optimalisasi lahan yang sudah ada.

[adx]

Kedua, lanjut ayah 4 anak ini bahan pangan yang dimakan nenek moyang kita dulu, yang sempat kita hindari tetapi baru kita sadari belakangan ini, ternyata lebih baik dan lebih sehat untuk tubuh kita. Apakah itu? Sorgum, umbi-umbian, jagung dan sagu adalah makanan yang sehat. Belakangan, nasi disebut penyebab utama diabetes.

"Sesungguhnya, ada 4 kali lipat lahan yang bisa ditanami sagu dibandingkan dengan padi. Ada banyak lahan kering yang bisa ditanami sorgum. Ada banyak lahan di pegunungan yang bisa ditanami umbi-umbian. Juga jagung yang praktis bisa ditanami dimana saja. Ada juga lahan rawa-rawa yang bisa ditanami keladi," tandasnya.

[adx]

Hal ini menurut Sugianto Makmur untuk mengurangi beban pada padi. Semua orang makan nasi, padahal lahan sawah kita semakin terbatas akibat tergerus alih fungsi lahan menjadi perumahan, kebun sawit dan peruntukan lainnya. 

"Walau pun panen raya terus menerus berhasil, saya tidak yakin beras kita cukup. Penduduk kita jumlahnya sudah hampir 300 juta jiwa. Kebutuhan pangan untuk jumlah penduduk sebanyak itu sudah harus diantisipasi, salah satunya dengan mengubah pola makan untuk mengurangi ketergantungan pada impor beras," paparnya.

[adx]

Hal ketiga yang bisa dilakukan adalah, hentikan penambahan kebun sawit. Sawit yang waktunya untuk direplanting, harus ditanami tumbuhan lain karena tidak lagi menguntungkan secara ekonomi dibanding tanaman lain. Ekspansi besar-besaran tanaman sawit sudah menyebabkan bencana perubahan ekosistem yang luar biasa.

Keempat, lanjut Sugianto, di sekitar kita masih banyak lahan tidur. Contohnya, di Taput, ada 60.000 ha lahan tidur. Sebagian milik negara, sebagian lahan adat. Kalau lahan tidur ini ditanami jagung, bisa menghasilkan jagung sebanyak 1,2 juta ton per tahun. Itu hanya di Taput, belum lagi di kabupaten lain. 

[adx]

"Untuk menanam jagung ini tidak perlu buat irigasi, tidak perlu buat yang aneh-aneh. Hanya perlu membangkitkan semangat nasionalisme dan menanami lahan tidur tersebut dengan benih jagung unggulan dan kerelaan masyarakat dalam memberi ijin tanah adat mereka ditanami jagung," katanya.

Apabila kita sepakat dan memiliki semangat nasionalisme dalam mengatasi permasalahan yang ada, tambah Sugianto Makmur, satu masalah negara akan bisa diatasi, penghentian impor jagung bisa terealisasi. Pilihannya adalah apakah lahan mereka tanami sendiri atau ditangani oleh BUMN atau BUMD atau swasta yang penting lahan tidur tadi bisa menghasilkan jagung berlimpah.

"Kalau hal seperti ini dikerjakan terus menerus, dan dijalankan dengan konsisten, kita pasti akan mencapai kemandirian pangan," kata Sugianto Makmur.

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Letakkan Batu Pertama Kantor DPC PDI Perjuangan Samosir, Hasto Kristiyanto Tegaskan Bahwa Kantor Harus jadi Rumah Rakyat

Berita Sumut

Ketua DPRD Medan Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Kantor DPC PDI Perjuangan Samosir

Berita Sumut

Jangan Lewatkan Pertandingan Arsenal vs Manchester City di Community Shield

Berita Sumut

Gubernur Bobby Nasution Saksikan Pidato Presiden Prabowo soal RUU APBN 2027

Berita Sumut

PDI Perjuangan Perkuat Konsolidasi di Samosir, Hasto Kristiyanto Akan Hadiri Peletakan Batu Pertama Kantor DPC Samosir

Berita Sumut

DPRD Sumut Apresiasi Langkah Bobby Nasution Berkantor di Kepulauan Nias, Dinilai Percepat Pembangunan