Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
'Mengambang' 10 Bulan, Polsek Medan Labuhan Baru Gelar Prarekonstruksi Kematian Pahni

'Mengambang' 10 Bulan, Polsek Medan Labuhan Baru Gelar Prarekonstruksi Kematian Pahni

- Selasa, 24 September 2019 15:10 WIB
mtc/ist
Setelah hampir 10 bulan 'mengambang', penyidik Polsek Medan Labuhan, Senin (23/9/2019) baru memulai tahapan prarekonstruksi terkait kematian Rian Pahni alias Rian (20), Senin (23/9/2019) di Kawasan Industri Medan (KIM) 5, Kecamatan Medan Deli.
MATATELINGA, Medan: Setelah hampir 10 bulan 'mengambang', penyidik Polsek Medan Labuhan, Senin (23/9/2019) baru memulai tahapan prarekonstruksi terkait kematian Rian Pahni alias Rian (20), Senin (23/9/2019) di Kawasan Industri Medan (KIM) 5, Kecamatan Medan Deli.

[adx]

Disaksikan Kasat Reskrim Polsek Medan Labuhan Iptu Denny Hendrawan, kedua juru periksa (Juper) sebelumnya memintai keterangan sejumlah saksi sekaligus memerankan sejumlah adegan.

Yakni dari mulai titik finish balap liar di depan PT CJ Feed Medan  yakni awal percekcokan antara korban yang tewas Rian Pahni dengan sejumlah Pemuda Setempat (PS) dimotori Wawan Setiawan alias Gobek hingga ke lokasi mereka terjatuh dari dari sepeda motor karena jalan buntu di depan pabrik PT Mutiara Laut Abadi.

Baca Juga:  Bunuh Ibu Dua Anak, Dedek Dituntut 20 Tahun Penjara

Saksi Ryan Bele menerangkan, Minggu dini hari (16/12/2018) sekira pukul 03.15 WIB.sempat ada selisih paham antara tim mereka dengan tim lawan soql pemenang balapan sepeda motor. Di garis finish tersebut PS atas nama Edy Setiawan alias Gobek kemudian menyarankan agar dilakukan balapan ulang namun uang taruhan di antara kedua tim ditambah.

Ryan Bele yang saat itu berada dekat korban mengaku sempat.melihat Ryan Pahni komplain atas saran PS tersebut dan ditendang Gobek. Karena jumlah massa Gobek dkk tidak berimbang, korban Rian Pahni kemudian menyeberang lintasan balapan  dan langsung menaiki sepeda motor rekannya, Elvan Sinaga.

[adx]

Seingat saksi Elvan, sejumlah PS berboncengan dengan 4 sepeda motor berusaha mengejar mereka. Di antara massa ada mencoba menarik jaket korban yang diboncengnya hingga jaket tersebut terlepas. Dalam keadaan panik, saksi kemudian disuruh korban Rian Pahni belok ke kanan dan saat itu sedang ada pekerjaan pengecoran jalan di depan pabrik PT MLA  di Jalan Button.

Baca Juga:   Beredar Kabar Polisi Ringkus Kawanan Pencuri Uang Milik Pemprov Sumut

"Kami berdua jatuh. Saya sempat merem kereta (sepeda motor). Dia (Rian Pahni) jatuh persis di depan kereta. Aku di belakangnya. Dia sempat berdiri dan teriak, bang.. bang.  di mana kau," kata Elvan menirukan ucapan korban.

Menjawab pertanyaan penyidik verbal lisan, Elvan menimpali, dalam hitungan detik massa yang mengejar mereka tiba di lokasi mereka terjatuh. 

Sedangkan saksi sempat berlari mencoba melompati parit di sisi dinding pabrik PT MLA untuk menyelamatkan diri namun terjatuh kembali ke parit. Selama dalam parit, saksi Elvan dilempari pakai batu. 

[adx]

Ketika berhasil naik ke atas parit, Gobek ketika itu membawa alat pemukul kasti (baseball) dan massa lainnya membawa senjata tajam mengeroyoknya hingga menderita luka parah. Informasi lainnya dihimpun, perkara Gobek dkk atas nama korban Elvan beberapa waktu lalu telah divonis.

Sementara saksi lainnya atas nama Fahri dan Pinbo menguraikan, mereka belakangan tiba di lokasi dan berpapasan dengan Gobek dkk kemudian menemukan tubuh korban yang sudah tidak berdaya dalam kondisi nyaris sujud. Korban yang menderita luka di bagian kepala dan tulang pinggang patah tersebut kemudian dibawa ke RS Delima Simpang Martubung dengan sepeda motor.

Pantauan awak.media, Asni Hawiyah (53) selaku ibu korban yang meninggal tampak terisak sebisanya dan memohon kepada Kanit Reskrim yang ada di lokasi 'eksekusi' memproses kasus tersebut agar mendapat kepastian hukum. Ayah korban, Rabbani alias wak Leng beberapa kali mencoba menghibur istrinya. Rabbani menimpali, pengusutan kasus anaknya karena ditanggapinya laporan mereka ke Propam Poldasu beberapa waktu lalu.

[adx]

Penasihat hukum keluarga korban, Abdul Muis Harahap SH kepada wartawan menyebutkan, dari tahapan prarekonstruksi semakin membuka tabir seputar kematian korban Rian Pahni. Diantaranya, adanya senjata tajam dan tumpul yang dibawa Gobek dkk ketika mengejar saksi kunci Elvan dan Rian Pahni hingga ke lokasi 'eksekusi'

"Tadi juga di hadapan para saksi dan penyidik saya tanyakan mengenai siapa sebenarnya yang menjadi target saksi Gobek dan dijawab, keduanya yakni Elvan dan Ryan Pahni yang sempat bertengkar mulut di garis finish," demikian Muslim Harahap. (mtc/rel)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Tak Sampai 1 x 24 Jam Pembunuh Nita Berhasil Di Amankan

Berita Sumut

Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Wanita Dalam Kontainer Tersangka Ajak Korban Seks Menyimpang

Berita Sumut

2 Terduga Pelaku Pembunuhan Wanita dalam Kontainer Diamankan

Berita Sumut

Pria Ini Didakwa atas Pembunuhan Ganda Setelah Berselingkuh dengan Pengasuh Anak

Berita Sumut

Laporan Premanisme Melalui Call Center 110 Polsek Medan Labuhan Bertindak

Berita Sumut

Bocah Perempuan Habisi Ibu Kandung Karena Sakit Hati Ini Kronologisnya