MATATELINGA, Medan: Seorang jurnalis jadi korban pelemparan batu yang diduga berasal dari massa yang tengah berunjuk rasa di DPRD Sumut, Selasa (24/9). Saat itu unjuk rasa berlangsung ricuh. [adx]Massa yang ricuh melemparkan berbagai macam benda. Mulai dari botol plastik, air mineral hingga kayu. Jurnalis yang menjadi korban adalah Raden Arman. Jurnalis foto asal Medan. "Kena batu tadi. Ini bedarah," kata Raden. Dia langsung dievakuasi ke dalam gedung DPRD oleh jurnalis lainnya. Raden erkena pemparan di bagian kening. Tepat di atas pelipis kiri matanya. Beruntung tidak terjadi pendarahan serius.Sebelumnnya massa ditemui dua anggota DPRD Sumut. Keduanya adalah Gusniadi dari Fraksi Gerindra dan Ahmad Hadiyan dari Fraksi PKS. Keduanya awalnya hanya berdiri di belakang kawat berduri. Namun massa memaksa keduanya untuk naik ke mobil komando. Keduanya pun menurut. Mereka naik ke atas mobil komando. Dengan pengawalan langsung oleh Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto. [adx]Para mahasiswa pun menyampaikan aspirasinya. Orator mengatakan jika mahasiswa menolak dengan tegas Undang-undang KPK yang disahkan DPR RI beberapa waktu lalu. "Menuntut presiden menerbitkan Peratutan Presiden Pengganti Undang-undang membatalkan RUU KPK. Kami juga menyampaikan duka sedalam-dalamnya atas reformasi yang telah dikangkangi," ungkap orator. Dia juga menyampaikan tuntutan soal Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Mereka meminta pemerintah untuk mencabut izin korporasi pembakar lahan. Usai membacakan tuntutan pengeras suara lantas diberikan Gusniadi. Massa meminta sikap dari anggota DPRD Sumut. Gusniadi pun menanggapi. Dia mengatakan mereka berdua adalah fraksi yang dengan tegas menolak RUU KPK."Dua fraksi, yang di atas ini menolak terhadap pengesahan. Berikan kesempatan untuk kami mendiskusikan itu sikap PKS akan menolak begitu juga dengan gerindra," ungkapnya. Ahmad Hadiyan juga berpendapat sama. Namun tampaknya massa tidak terima dengan pernyataan keduanya. Lantas mereka dicecar oleh massa. [adx]Mereka juga diusir dari atas mobil komando. Keduanya lantas menurut dan turun. Sepanjang jalan mereka kembali, mahasiswa terus mencecar mereka. Pertemuan dengan wakil rakyat tak mendapat titik temu. Bahkan massa mengancam akan menyita gedung DPRD Sumut. "Apakah kawan kawan sepakat kita menyita gedung ini," teriak massa disambut pekikan sepakat. Sementara itu, di sudut lain, mahasiswa mendesak untuk masuk. Mereka membakar ban bekas di atas kawat berduri. Asap hitam mengepul kemana-mana. Massa juga sempat menarik kawat berduri. Kericihan sempat terjadi. Namun dapat diredam oleh koordinator aksi dari atas mobil komando. (mtc/fae)