Matatelinga - Medan, Perkembangan kota Medan yang begitu cepat berubah ditandai dengan beberapa penghargaan yang diperoleh dari pemerintah pusat diantaranya anugerah Parahita Ekapraya dalam pelaksanaan Pengarusutama Gender (PUG) dari Kementerian Perempuan dan Perlindungan Anak, kemudian pada tahun 2011 ditetapkannya Medan sebagai Kota Menuju Layak Anak. Dari sini kita mendapat gambaran bahwa Pemerintah Kota Medan sangat berkomitmen dalam pelaksanaan pembangunan yang responsif gender.
Plt Walikota Medan Drs H.T.Dzulmi Eldin Msi, diwakili Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Dan Keluarga Berencana Kota Medan Pulungan Harahap, SH meyampaikan hal itu ketika membuka Pelatihan Penyusunan Anggaran Responsif Gender ( ARG) bagi seluruh SKPD di lingkunangan Pemerintah Kota Medan tahun 2014, di Hotel Putra Mulia jalan Gatot Subroto Medan, Rabu (02/4/2014).
Untuk itu dalam rangka percepatan Pengarusutamaan Gender (ARG) melalui perencanaan dan penganggaran yang responsif gender, sebagaimana dituangkan dalam Surat Edaran bersama 4 (empat) menteri yaitu Menteri PPN/BAPPENAS, Menteri Keuangan, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Negera PP dan PA tentang strategi nasional percepatan dan Pengarusutamaan Gender (PUG) melalui pelatihan Anggaran Responsif Gender (ARG). “Strategi ini disusun agar pelaksanaan Anggaran Responsif Gender (ARG) menjadi lebih fokus dan terarah”. kata Pulungan Harahap.
Dikatakanya bahwa kegiatan yang dilaksanakan selama 2 (dua) hari ini adalah atas kerjasama Badan Pemberdayaan Perempuan Dan Keluarga Berencana Kota Medan dengan IUWASH-USAID dan bantuan USAID adalah bermaksud untuk memfasilitasi SKPD di lingkungan Kota Medan melalui program penyusunan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi program dan kegiatan disetiap bidang di lingkungan Pemerintah Kota Medan agar menjadi lebih responsif gender dengan mempertimbangkan kepentingan, kebutuhan dan peneyelesaian permasalahan laki-laki dan perempuan.
“Karena itulah saya sangat menyambut baik kegiatan ini, karena kegiatan ini merupakan ikhtiar kita untuk meningkatkan kapasitas kemampuan SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Medan agar dapat mengimplementasikan Pengarusutamaan Gender (PUG) kedalam setiap tahapan proses pembangunan dan di harapakn kepada seluruh peserta pelatihan dapat mengikuti semua materi yang disampaikan dengan sungguh-sungguh, sehingga nantinya dapat diimplemetasikan ditempat kerja masing-masing ”, ungkapnya.
Sebelum mengakihiri sambutannya ,tak lupa Pulungan mengingatkan agar seluruh jajaranSKPD di lingkungan pemerintah Kota Medan dalam menyusun rencana kerja, program, kegiatan serta penganggarannya harus lebih responsif gender dan membuat focal point pengarusutamaan gender (PUG), bagi yang sudah membuatnya supaya mervisi kembali. “Yakinlah bahwa semua permasalahan dapat terjawab untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan datang” ,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Bidang Pemebrdayaan Perempuan Badan PP dan KB Kota Medan Dra Yuslinar selaku ketua panitia penyelenggara Pelatihan Penyusunan Anggaran Responsif Gender (ARG) mengatakan tujuan dilaksanakan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian, pemahaman dan kemampuan aparatur SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Medan tentang tehnis perencanaan dan penanggaran yang responsif gender.
Pelatihan penyusunan Anggaran Responsif Gender (ARG) SKPD di lingkungan Kota Medan tahun 2014 dilaksanakan selama 2 (dua ) hari kerja, dari tanggal 2april 2014 s/d 3 april 2014 diikuti 55 orang peserta yang membidangi penyusunan program pada masing-masing SKPD, dengan tenaga pengajar dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Pimpinan IUWAS-USAID Regional SUMUT, Biro PP Anak dan KB Prov.Sumatera Utarai, USU serta badan Diklat Pemprovsu.
(Hendra!Mt-01)