MATATELINGA, Asahan: Sudah sepekan kondisi serta kebersihan kamar mayat RSUD HAMS kisaran mendapat sorotan awak media, namun perbaikan maupun fasilitas yang ada di dalam ruang kamar jenasah tersebut juga tak kunjung di perbaiki.[adx]A.Lubis (46) warga kisaran yang juga merupakan pegawai di lingkup RSUD HAMS Kisaran kepada matatelinga.com Rabu (2/10/2019) mengatakan hingga sejauh ini kondisi kamar mayat milik RSUD HAMS Kisaran masih seperti dahulu."Freezer pendingin jenasah yang disimpan dalam box juga tidak tidak berfungsi, dan bila ada jenasah yang harus di simpan di dalam kamar mayat tersebut, sudah dapat dibayangkan akan cepat mengeluarkan aroma tidak sedap," ujarnya.A.Lubis juga mengatakan pegawai RSUD HAMS Kisaran yang diberi tanggung jawab mengurusi mayat ini juga kewalahan , bila ada jenasah yang di dalam box mayat tersebut nginap hingga beberapa hari."Sementara freezer pendingin ruangan tersebut tidak berfungsi, maka konsekwensinya jenasah tersebut akan mengeluarkan aroma tidak sedap dsn tentunya warga yang bermukim di sekitar RSUD HAMS kisaran ini akan ribut serta keberatan,"bebernya.[adx]"Kami mohon kepada pak Bupati Asahan H.Surya,BSc , kiranya dapat memberikan teguran kepada direktur RSUD HAMS kisaran ini, sudah lebih setahun instalasi pendingin kamar mayat rusak tidak diperbaiki dan kebersihan di rumah sakit ini juga sangat jorok,"imbuhnya.Sementara salah seorang dokter di RSUD HAMS kisaran yang enggan di sebut jati dirinya dalam perbincangannya dengan matatelinga.com, Rabu 2 Oktober 2019 mengatakan serifikat dan akreditasi yang pernah diraih RSUD HAMS kisaran beberapa waktu lalu dan yang diberikan oleh kementrian kesehatan sepertinya sudah luntur .Lunturnya perolehan sertifikat tersebut ya dikarenakan pengelola managemen dalam hal ini adalah user RSUD HAMS Kisaran tidak mampu dalam mengelolanya , dan itu perlu adanya pembenahan secara global baik managemennya maupun perangkat pendukungnya , dan bupati Asahan H. Surya BSc juga harus segera melakukan tindakan tegas di akhir masa tugasnya ini,"sebutnya."Sangat ironis memang sebuah RSUD milik pemerintah daerah yang mempunyai anggaran cukup , dalam kondisi seperti ini, kamar mayat saja konfisinya kupak kapik bagaimana kondisi ruangan lain serta pelayanannya," pungkasnya prihatin. (mtc/ben)