MATATELINGA, Medan: WALHI Sumut meminta kasus kematian Golfrid Siregar diungkap secepatnya dan terang benderang serta transparan oleh kepolisian. WALHI menilai bukan sesuatu yang sulit untuk mengungkap kasus tersebut.Direktur WALHI Sumut, Dana Prima Tarigan mengatakan pihaknya akan mengawal kasus ini sampai terbuka ke publik."Kita minta kepolisian secepatnya membongkar apa yang terjadi di balik ini. Apakah Perampokan, atau dia memang sengaja dicelakai oleh orang lain. Itu yang harus diungkap oleh kepolisian," tegas Dana, Senin (7/10).[adx]
Sosok Golfrid Siregar tentu sangat membekas terhadap Wahana Lingkungan Hidup (WALHI). Sejak 2016 pria berkulit sawo matang ini sudah mendampingi WALHI dalam berbagai kasus yang ditangani. Dana menegaskan bahwa indikasi kemanapun pasti ada.
"Makanya kita minta polisi ungkap kasus ini dan jangan ada yang ditutup-tutupi semua harus terang benderang dan transparan. Biar keluarga dan kita tidak penasaran sehingga tahu apa penyebab pastinya," pungkas Dana.Dana menyebut, sebenarnya gampang saja untuk mencari tahu dimana lokasi kejadian. Banyak CCTV yang terpasang. Kalau ini mau diungkap lokasinya, sepanjang Jalan AH Nasution banyak CCTV baik Dinas Perhubungan, toko dan lainnya bisa saja mereka mencari dari situ.[adx]"Kita sangat menyayangkan ini agak tidak ditangani serius. Padahal ini sudah menyangkut nyawa dan ini menyatakan bahwa Medan sedang sangat tidak aman," sebutnya.Dana Prima Tarigan mengatakan bahwa sosok Golfrid merupakan orang yang sangat gigih dan mau belajar serta fokus."Jadi, kalau sudah ada yang ditangani dia akan sangat fokus mengerjakannya. Integritas dan idealismenya masih terjaga sampai terakhir kita kenal dia," kenang Dana."Kita belum pernah dengar dia terkontaminasi sama hal-hal yang negatif diluar kantor WALHI," sambungnya.[adx]Dana menjelaskan bahwa saat dibawa ke rumah sakit kondisi Golfrid sudah kritis dan sempat di operasi. Secara kasat mata kalau dilihat, lukanya tidak mungkin akibat kecelakaan. Karena badan tidak ada lecet dan kepala seperti kena pukul benda tumpul. Matanya sebelah kanan memar seperti di pukul. Jadi agak riskan di bilang kecelakaan. Karena sangat tidak mungkin. Sepeda motornya juga di cek teman-teman ke kantor polisi tidak ada yang rusak seperti tanda-tanda kecelakaan.[adx]"Jadi hancur tempurung kepala dan itu yang dioperasi sepertinya kemarin oleh dokter untuk mengangkat tempurung kepala yang rusak. Habis itu dia kritis sampai akhirnya dia meninggal dunia," sebut Dana.Korban pertama kali ditemukan oleh salah seorang tukang becak yang melintas di Fly Over Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Padang Bulan, Medan, pada Kamis (3/10/2019) sekitar pukul 01.00 WIB. Korban ditemukan tidak sadarkan diri dan segera dilarikan ke RS Mitra Sejati. Karena kondisi korban parah akhirnya dirujuk ke RSUP Haji Adam Malik Medan dan tiga hari setelahnya meninggal dunia. (mtc)