MATATELINGA, Medan: KPK menjaring Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dan 5 orang lainnya dalam sebuah operasi tangkap tangan pada Selasa (15/10) malam. Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi merasa prihatin atas kasus tersebut.[adx]Ditanyai usai acara di USU, Gubsu meminta agar semua pihak menyerahkan penanganan ini sesuai koridor hukum"Biarkan hukum yang menentukan. Saya yakin kalau ada asap pasti ada api," ungkap Edy, Rabu (16/10). Edy juga berharap agar warga mendoakan Eldin supaya bisa menyelesaikan persoalan yang menjeratnya saat ini."Biarkan pihak hukum melakukan se-obyektif mungkin. Kita prihatin. Sama-sama kita doakan," pungkasnya. Edy juga menegaskan dirinya sudah banyak mengingatkan suapaya kepala daerah tidak korupsi. "Kalian tahu sudah sekian banyak saya mengingatkan," pungkasnya. [adx]Sebelumnya Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengungkap operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dan 6 orang lainnya sekaitan dalam kasus setoran dari sejumlah dinas.Dalam keterangan tertulisnya, Febri memaparkan uang yang diamankan saat OTT yang berlangsung sejak Selasa (15/10) malam hingga Rabu dinihari itu lebih dari Rp 200 juta. Febri menjelaskan dari OTT tersebut, total 7 orang diamankan, yaitu dari unsur: Kepala Daerah/Walikota, Kepala Dinas PU, protokoler dan ajudan Walikota, swasta.Walikota dibawa ke Jakarta pagi ini melalui jalur udara. 6 orang lainnya diperiksa di Polrestabes Medan.Status ke tujuh orang yang diamankan itu lanjut Febri masih sebagai terperiksa. (MTc/fae)