MATATELINGA, Medan: Sesuai dengan program pemerintah dibawah pimpinan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin, untuk membangun negeri ini agar berkeadilan dan merata, maka Jokowi membuat program pembangunan dimulai dari desa. Maka dikucurkanlah dana desa yang bisa dimanfaatkan setiap desa dalam menggairahkan ekonomi desa.[adx]Menurut Anggota Komisi C DPRD Sumut dr. Tuahman Franciscus Purba, kepada sejumlah wartawan Kamis (7/11/2019), dana desa yang dikucurkan pemerintah telah mengubah beberapa desa di Sumatera Utara. Dana desa telah memberindampak positif bagi nanyak desa."Adanya temuan desa fiktif atau desa hantu yang mendapatkan dana desa dari pemerintah perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah agar ke depan tidak ada lagi desa-desa tak berpenghuni yang menyalahgunakan dana desa. Pemerintah harus memyelidiki kasus ini untuk memberikan efek jera kepada oknum-oknum yang mencoba keberuntungan lewat kecurangan ini," kata Tuahman.[adx]Dana desa yang dikucurkan pemerintah, kata Tuahman dari Fraksi Nasdem ini bukan untuk disalahgunakan, atau untuk memperkaya seseorang yang dengan sengaja menciptakan desa baru yang tak ada penghuninya. "Pemerintah harus mengusut tuntas kemana dana desa tersebut dipergunakan oleh penerima. Harapan kita pemerintah tegas dalam menindak oknumnya," tandasnya.Sebenarnya, di era presiden Jokowi yang sangat gencar dalam membangun infrastruktur telah memudahkan beberapa desa dalam memasarkan hasil usaha tani mereka. Petani di desa juga sudah memiliki akses yang mudah dalam memenuhi kebutuhan usahanya.[adx]"Desa-desa yang kurang kreatif dalam mengelola dana desa perlu pendampingan dari instansi terkait agar dana desa yang dikucurkan tepat sasaran, tepat waktu dan memberi manfaat bagi masyarakatnya. Ini yang paling penting dalam pemanfaatan dana desa," papar Tuahman Purba.Tuahman Purba menambahkan, dana desa yang dikucurkan ada baiknya digunakan untuk pengembangan desa, berupa jaringan telekomunikasi, infrastruktur desa, pergudangan sementara tempat menampung hasil pertanian. [adx]Ketika pembangunan di desa semakin bergairah, lanjutnya dampaknya adalah akan mengurangi urbanisasi dan peningaktan hasil sektor riil sehingga pendapatan desa bertambah."Dana desa juga bisa dimanfaatkan untuk peningkatan kemampuan aparatur desa dan pelatihan sumber daya manusia (SDM) untuk peningkatan ekonomi desa serta mengurangi pengaturan harga dari pedagang besar. Dengan kemampuan yang semakin bertambah, stabilitas harga di tingkat petani bisa terkendali sesuai dengan pangsa pasar yang ada," tandasnya.[adx]Peningkatan atau pelatihan SDM bisa dilakukan dengan memilih bidang usaha yang bahan bakunya ada di desa tersebut, kata Tuahman Purba. Contohnya, di desa tersebut ditemukan banyak tanaman bambu, maka masyarakatnya perlu dilatih untuk menghasilkan kerajinan atau anyaman dari bambu. Hasilnya bisa menambah imcome keluarga dan masyarakat di desa.