MATATELINGA, Pancur Batu: Penemuan sesosok mayat pria tua di sungai tengah, tepat di Dusun I, Desa Pertampilen, Kec. Pancurbatu, Kab. Deli Serdang, Jumat (8/11/2019) sekitar pukul 14.30 wib heboh kan warga desa. [adx]Data yang dikutip dilapangan menyebutkan, saat itu salah seorang warga Desa Pertampilen hendak mandi ke sungai tersebut. Namun setiba nya dibibir sungai itu, D. Tarigan (32) melihat benda aneh yang ada di seberang sungai. Melihat hal itu, Tarigan coba memastikan apa benda tersebut, dan setelah diamati ternyata sesosok mayat dalam posisi mengapung dan telungkup. Tarigan yang terkejut dengan apa yang dia lihat langsung mengurungkan niat nya dan berlari ke lokasi pemukiman dan memberitahukan nya kepada sejumlah warga desa. Warga didampingi Kepala Desa Hertampilen, Hery Ketaren langsung menuju lokasi penemuan, setelah dipastikan kembali, Kades pun melaporkan temuan tersebut ke Polsek Pancurbatu.Kanit Reskrim Iptu Suhaily Hasibuan, SH yang dibantu sejumlah anggota, warga dan keluarga korban langsung mengevakuasi korban menuju RS Bayangkara, Medan. dengan alat seadanya dan harus mengarungi tepian sungai dan bebatuan, korban berhasil dievakuasi."Sudah kita evakuasi korban ke RS Bayangkara, dimana korban akan dilakukan visum, dimana dari tubuh korban kita temukan tali yang melilit leher korban. Tali nilon warna hijau dengan panjang lebih kurang 8 meter," ujar Suhaily.[adx]"Dilokasi kita tidak menemukan tanda-tanda kegaduhan, dan dari tubuh korban juga tidak ada kita temukan luka penganiayaan. Sekitar dua meter dari korban ditemukan kita menemukan rokok yang masih dalam bungkus nya, dan satu batang rokok yang belum habis dihisap, dan sekitar kurang lebih lima meter dari bibir sungai kita temukan sendal jepit korban tersusun rapi berwarna hijau," sebut Kanit Reskrim tersebut.Selain itu, sejumlah saksi kepada polisi menjelaskan kalau korban sebelum ditemukan tidak bernyawa sempat terlihat berjalan menuju lokasi tersebut. "Sekitar jam 11 an lah tadi, bapak ini terlihat jalan. tapi enggak tau mau kemana, aku merasa bapak ini hanya mau olah raga jalan saja," ucap Bima Ginting.[adx]Sejumlah keluarga yang berhasil dihubungi Kepada Desa Pertampilen, yang tiba dlokasi sempat terisak tak menyangka kalau korban harus ditemukan meninggal dunia. "Padahal bolang ini sebelum ditemukan seperti ini sempat kami cari-cari karena tidak kelihatan dirumah, karena ada salah satu keluarga yang hendak melahirkan dan mau ketemu sama bolang ini. Kok bisa lah bolang ini kayak gini. Tadi pagi kami masih sempat minum kopi diwarung dan malam tadi sempat mengusuk karena ada keluarga yang sakit. Bolang kami ini juga pintar buat obat kampung," tutur sejumlah keluarga disekitar lokasi penemuan.Disis lain, sejumlah anggota Polsek Pancurbatu yang berada dilokasi sempat mengenali korban. "Kenal lah sama bapak ini, kami sering ketemu dan cerita di warung. Dia (korban) sedikit humoris lah, dia juga pintar buat obat kampung, saaya saja pernah dikasi obat lambung sama bapak ini. Dia juga pintar buat obat kanker dan obat kampung lain nya, sampai keluar kota juga bapak ini pernah cerita," ungkap Aiptu R. Bukit serta Brigadir Edison Purba (Bhabinkamtibmas) Desa Pertampilen itu. Setelah korban dievakuasi dari bibir sungai, akhirnya identitas korban pun terungkap. Sejumlah warga dan beberapa polisi pun mengenali korban. "Korban diketahui bernama, Muhamad Nurdin Sitepu (52) tahunan. Korban selama ini tinggal berasama keluarga nya di dusun III Lau Lembu, Desa Pertampilen ini, tidak jauh dari lokasi penemuan korban. Setelah sejumlah saksi dan pihak keluarga kita mintai keterangan nya, akhirnya pihak keluarga ikhlas dengan kondisi korban dan pihak keluarga juga membuat surat pernyataan untuk korban tidak dilakukan otopsi. Dan dari tkp, korban langsung dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan. Dan surat tersebut diketahui Kepala Desa setempat," ungkap Suhaily yang turut serta mengantar jenazah kerumah duka."Dari keterangan pihak keluarga, terakhir ini korban memang mengalami sakit yang tak kunjung sembuh, seperti komplikasi gitu dan diduga korban menghabisi hidup nya dengan bunuh diri. Karena dari sejumlah keterangan yang kita peroleh juga, korban juga selama ini sudah tidak lancar lagi bila berbicara. Dan sebelah tangan nya sudah kurang bertenaga," bilang Suhaily mengakhiri.(mtc/edi)