MATATELINGA, Sibolangit: Dalam beberapa bulan belakangan ini, kondisi curah hujan tergolong cukup tinggi. Hal ini membuat Camat Sibolangit, Febri E Gurusinga, SSTP. MSP mengeluarkan surat edaran kepada warga dan wisatawa untuk tidak membuang sampah sembarangan.[adx]Data yang berhasil dikutip Matatelinga.com langsung dari Camat Sibolangit membenarkan adanya surat himbauan tersebut. "Mengingat curah hujan cukup tinggi, hampir dijajaran setiap hari, maka kita mengeluarkan surat himbauan kepada warga. Dan ini kita harapkan dapat menjadi perhatian khusus bagi warga. Dimana kita menghimbau tetap menjaga kelestarian lingkungan khususnya sepanjang aliran DAS (Daerah Aliran Sungai) dengan melaksanakan penghijauan dengan penanaman pohon guna mencegah terjadi nya erosi," ujar Camat."Kita juga menghimbau agar kita menyediakan tempat-tempat sampah khususnya dilokasi usaha sendiri dan terus mengajak para pendatang atau pengunjung obyek wisata agar tidak membuang sampah sembarangan. Kita juga menghimbau kepada warga untuk tidak melakukan pembangunan disepanjang DAS yang ini pasti membuat penyempitan pada permukaan air, " sebuah Camat Sibolangit tersebut.Dirinya juga mengharapkan agar warga juga memahami tanda-tanda bila terjadi bencana alam khusus nya banjir. "Ia, karena kita memiliki sebagian lokasi wisata alam air, maka kita juga sudah menghimbau warga untuk memahami tanda-tanda bila akan terjadi banjir agar dapat mewaspadai bila banjir tersebut datang," sebut nya.[adx]"Himbauan yang kita sampaikan kepada warga melalui surat edaran tertanggal 6 November 2019 kemarin juga merupakan salah satu program Bapak Bupati Deli Serdang kita. Program itu program BERSERI. Apa itu, Bersih, Rapi, Sejuk, Rindang dan Indah. Dan program ini juga selain menjaga lingkungan juga menjaga ekosistem alam sekitar sehingga berdampak pada terjaga nya kesehatan kita bersama," ungkap Camat tersebut.Selain di Kec. Sibolangit, curah hujan tersebut juga terus menyelimuti wilayah Kec. Pancur Batu, Kutalimbaru sekitar nya. Dari kondisi itu, luapan air terus terjadi hingga menggenangi ruas jalan. Drainase yang ada tidak mampu menampung debit air yang datang sehingga tidak hanya menggenangi ruas jalan, air juga memyusup masuk ke rumah-rumah warga.(mtc/edi)