MATATELINGA, Sibolangit: Duka terus menyelimuti keluarga Reli Kemit (57) yang merupakan Kades Ketangkuhen, Kec. Sibolangit, Kab. Deli Serdang. Hal itu terlihat saat acara pemakaman Kemit yang berlangsung di Jambur Desa Ketangkuhen, Selasa (12/11/2019) siang. Pihak keluarga terlihat meneteskan air mata saat jenazah sudah dimasukkan kan ke dalam peti jenazah.[adx]Ribuan warga terlihat memenuhi lokasi jambur saat almarhum disemayamkan dan akan di berangkat kan ke peristirahatan terakhir nya yang tak jauh dari tempat tinggal almarhum. Tidak hanya warga, pihak Kecamatan Sibolangit, seluruh para kades serta perangkat, tokoh masyarakat juga terlihat memadati jambur. Sebelum dikebumikan, pihak keluarga terlebih dahulu melakukan acara adat secara adat suku karo.Camat Sibolangit, Febri Gurusinga didampingi Kapolpos Bandar Baru, Aiptu Dermawan Sembiring dalam acara tersebut menyempatkan duka cita yang dalam atas apa yang terjadi dengan Kades nya tersebut. "Sekali lagi kami turut berduka cita kepada keluarga, semoga yang ditinggal dapat tabah, "ucap Camat.Kepada Matatelinga Camat Sibolangit tersebut menuturkan kalau almarhum Kades Ketangkuhen tersebut sangat bertanggungjawab. "Selama yang saya tahu, almarhum bekerja sangat bertanggungjawab, dirinya sangat mementingkan kepentingan warga dari pada kepentingan pribadinya. Jujur, almarhum terkenal salah satu orang yang sangat jujur, " tutur Febri.[adx]Disisi lain, Febri mengatakan kalau untuk sementara dirinya menghunjuk Sekdes Ketangkuhen, Dalen Git Bangun. "Untuk mengisi kekosongan Kades Ketangkuhen kita hunjuk sementara Sekdes nya. Ini sampai SK Bupati Deli Serdang turun dari pengajuan kita nanti. Ini berlaku sampai PAW (Pergantian Antar Waktu) sampai 6 bulan kedepan. Dan setelah itu kita lakukan pemilihan yang diikuti perwakilan warga, tidak seperti pemilihan biasa nya," ungkap Febri.Usai memberikan ucapan belasungkawa, pihak kerabat almarhum memberikan penghormatan terakhir yang diiringi lagu kebangsaan indonesia, Indonesia Raya.Esra Tarigan yang merupakan rekan sejawat almarhum menjelaskan kalau almarhum salah satu kades terlama di Sibolangit. "Kades paling lama, sama dengan mantan Kades Sukamakmur, lebih 2 kali kreteke dan 3 kali defenitif. Kalau untuk bekerja almarhum terkenal tegas. Untuk masa aktif nya, sekitar dua tahun lagi lah. Kalau kami sesama kepala desa sangat kehilangan atas kejadian ini, "ungkap Esra yang merupakan Kades Sembahe tersebut.[adx]Dari sisi lain, sejumlah warga mengatakan kalau selama almarhum menjabat sebagai kepala desa, tidak ada warga yang mau menggantikan nya. "Enggak, enggak ada yang mau menggantikan almarhum ini. Kami takut tidak ada akan seperti Kades kami ini. Dia pernah jual kan harta nya demi membangun desa kami ini. Atas perjuangan nya lah jalan di desa kami ini sudah terbangun. Pembanguna lain nya juga begitu. Kades kami ini juga suka membuat kata-kata mutiara yang berisi untuk meningkatkan kesadaran kita demi pembangunan. Dirinya pernah juga jual ternak lembunya untuk pembangunan. Sampai saat ini rumah nya masih beratap rumbia," ucap warga.Warga juga menambahkan kalau almarhum tersebut membuat dirinya menjadi ingatan dan kenangan. "Kami tak bisa lupa, karena ada slogan yang tak bisa akan kami lupa. Sarat Masuk Surga, ini slogan nya," akhiri warga bercerita.Sejumlah keluarga juga mengatakan kalau mereka merasa kehilangan. "Merasa kehilangan kali kami sosok bapak kami ini. Ia, kalau untuk kasus nya kami tetap merasa curiga dengan kejadian yang dialami bapak kami ini. Tapi kami sama sekali tidak menuduh ya, biarkan hukum yang mengungkapkan," sebut sejumlah keluarga yang hadir saat acara adat almarhum yang meninggalkan tiga orang anak, tiga pria dan satu wanita itu.(mtc/edi)