MATATELINGA, Medan: Ada tiga orang warga yang dibawa polisi usai menggeledah rumah keluarga pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan pada Rabu (13/11). Rumah yang digeledah berada di kawasan Jalan Jangka, Medan Petisah.Didiuga tiga orang itu yang dibawa masih punya hubungan keluarga dengan terduga pelaku bom bunuh diri. Namun sampai sekarang, belum ada keterangan resmi dari kepolisian kemana mereka akan dibawa.Sebelumnya, Kepala Lingkungan sekitar menyebut jika terduga pelaku sempat tinggal di kawasan itu. Namun belakangan dia pindah ke kawasan Medan Marelan. Ikut bersama istri yang dinikahi pada 2018 lalu. "Orangnya cukup bersosialisasi selama di sini," kata Putra.
Maya (41) sepupu korban yang ditemui di rumahnya yang berada disebelah rumah korban mengatakan bahwa Dede memang pernah tinggal di rumah tersebut. Namun sejak menikah beberapa tahun lalu, Dede sudah pindah ke kawasan Marelan. Rumah tersebut kini ditempati orang tua Dede.
"Saya enggak ingat tepatnya kapan. Tapi sudah agak lama. Sekarang dia tinggal di Marelan. Tapi saya juga sudah lupa dimananya. Di ujung Marelan sana," katanya kepada wartawan.
Menurut Maya bahwa Dede dikenal sebagai sosok yang baik. Dede dahulu diketahui bekerja sebagai pedagang bakso bakar keliling.
"Tapi sekarang enggak tahu apa pekerjaannya. Kita sudah tidak pernah berkomunikasi lagi," ucapnya.
Maya juga mengaku tidak menyangka keterlibatan Dede dengan kelompok radikal. Namun ia tahu jika Dede memang pribadi yang rajin beribadah
"Dia salatnya enggak tinggal itu. Kalau pengajian saya enggak tahu dimana. Orangnya sangat rajin ibadah," ungkapnya.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi terkait identitas pelaku. Hanya saja di grup percakapan media sosial sudah beredar cukup banyak informasi terkait identitas terduga pelaku. (mtc/fae)