MATATELINGA, Medan: Polri terus mendalami kasus teror bom bunuh diri yang dilakukan oleh Rabbial Muslim Nasution (24) di Markas Komando Polrestabes Medan, Rabu (14/11). Teranyar, tim gabungan Polri tengah menyelidiki dugaan keterlibatan DA, istri pelaku dalam insiden itu.Wakapolda Sumut, Brigjen Pol.Mardiaz Kusin Dwihananto mengungkapkan bahwa pelaku bersama istrinya berinsial DA sering mengikuti pengajian tertutup atau eksklusif dan diikuti orang-orang tertentu saja."Kemarin kita sudah amankan istri terduga pelaku. Kita interogasi memang selama ini mereka melakukan pengajian-pengajian eksklusif," sebut Mardiaz, Kamis (14/11) soreMardiaz mengungkapkan masih mendalami keterlibatan DA, istri pelaku dalam aksi teror bom tersebut. Namun, sampai saat ini. Ia masih berstatus sebagai saksi."Tentunya ini masih kita dalami motif-motifnya, apakah ada kaitannya istri sendiri dengan kejadian bom. Kalau pengajian si istri memang tergabung dengan pelaku dan kawan kawan pelaku," sebut mantan Kapolrestabes Medan itu.Tak sampai disitu saja, Mardiaz mengatakan pihaknya juga melakukan pengembangan terhadap rekan-rekan pengajian Rabbial dan DA dengan meminta keterangan sebagai saksi."Masih kita dalami. karena dari beberapa orang yang kita mintai keterangan. Memang intensif melakukan pengajian. Tapi saat ini masih kita dalami," tutur Jendral Bintang Satu itu.Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto juga mengatakan bahwa hingga Kamis sore ini polisi telah mengamankan sebanyak 12 orang untuk dimintai keterangannya lebih lanjut."Tim gabungan juga masih terus bergerak memburu sejumlah orang yang ada kaitannya dengan pelaku," katanya.Mardiaz menjelaskan bahwa dari 12 orang yang sudah diamankan tersebut, sejauh ini belum ada satupun yang ditetapkan sebagai tersangka. Adapun ke-12 orang itu adalah orangtuanya dari Rabbial Muslim Nasution alias Dedek (24), mertua, istri, kakak, dan kemudian tetangga."Saat ini semuanya masih kita periksa, statusnya masih saksi," jelasnya. Mardiaz mengungkapkan bahwa sejak Rabu (13/11) kemarin, pihaknya terus bekerja insentif dan melakukan pengejaran terhadap beberapa orang yang ada kaitannya dengan pelaku. Dari sejumlah lokasi yang digeledah pihaknya juga turut mengamankan barang bukti yang dicurigai berbahan peledak."Dari rumahnya ada ditemukan beberapa barang bukti berupa pipa yang diisi dengan kandungan kimia, kemudian panah beracun, dan juga alat las dari rumah tersebut," ungkapnya. (mtc/fae)