MATATELINGA, Deliserdang: Warga yang berada di Kota Datar Dusun I Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang seketika heboh, Sabtu (16/11/2019) siang. Pasalnya Tim Densus 88 ANTI Teror menangkap tiga dari empat orang saat menuju ke Langkat.[adx]Mida (40) salah satu saksi mata mengatakan bahwa ia tidak menyangka, suara ledakan yang terdengar dari posisi ia berdiri ternyata suara tembakan."Ya kaget bang, tadi aku kirain suara ban kreta pecah," ungkapnya.Ibu dua anak ini menceritakan, saat itu posisi ia berdiri dari lokasi kejadian penangkapan itu hanya berjarak 10 meter."Enggak bang, posisi saya pas di depan rumah ini, waktu saya membeli sayur," ungkapnya.Setelah itu ia terkejut ternyata tiga orang sudah di tangkap petugas berpakaian preman. "Enggak tau bang, polisi itu bilang teroris, kami langsung disuruh menjauh semua," terangnya.[adx]Hal senada dikatakan Sardan, pria berusia 49 tahun ini mengaku masih mengingat betul kejadian tersebut. Pada saat kejadian, ia melihat dari arah Hamparan Perak menuju Langkat melaju dua unit sepeda motor matic yang dikendarai empat orang."Rupanya dari belakang ada yang ngejar dan langsung dideketin terus mereka bilang, berhenti kau," terangnya.Seketika, salah seorang pelaku langsung mengeluarkan sebuah pisau dan langsung menyabet salah seorang petugas."Lukanya pas ditangan sama di punggungnya bang," Ungkapnya.Setelah itu, petugas lainnya langsung mengeluarkan senjata dan langsung menembak tepat di bagian dada dan paha kepada salah seorang terduga pelaku.[adx]"Dua lagi juga saya lihat terkena tembakan pas dikakinya, dan yang satu lagi berhasil kabur ke arah sawit-sawit, terangnya.Tak lama kemudian, sebuah mobil penumpang berwarna putih datang dan membawa ketiganya dari lokasi."Kreta yang dibawa sama mereka (pelaku-red) juga langsung dibawa sama mobil polisi," ungkapnya.Terkait salah seorang terduga kelompok teroris yang kabur itu, Sardan tidak mengetahui pasti wajah dan pakaian yang dikenakannya."Nggak ingat kali, cuman yang jelas pakai kaos dan celana jeans itu aja, cuman perawakannya agak gemuk, kulitnya sawo matang gitu dan enggak tinggi kali," tuturnya.Ia menambahkan, tepat di seberang kebun kelapa sawit warga, atau lokasi pelarian salah seorang terduga teroris itu masih ada pemukiman warga dengan jarak sekitar 5 km."Tembusnya itu dusun Belang, Sering dan Batang Seri," terangnya. (mtc/anggi)