MATATELINGA, Medan: Belakangan ini muncul pro dan kontra terhadap penguburan terduga pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sei Sikambing D, Kecamatan Medan Petisah. Namun warga sekitar pemakaman menegaskan tidak menolak.[adx]"Insha Allah kami menerima semua di sini," kata Amin Tanjung, warga sekitar pemakaman, Senin (8/11/2019).Pernyataannya ini pun disampaikan menanggapi aksi sekelompok massa di areal pemakaman tersebut yang menolak jasad terduga teroris dikuburkan di pemakan itu."Insha Allah jenazah siapapun kita terima. Mr x pun kita terima di sini. Kalau mau bukti kalian bisa saya yunjukkan. Ada kuburan tanpa nama. Secara syariat Islam itu wajib," bebernya.Dia juga menegaskan, jika warga sekitar pemakaman sama sekali tidak ada yang menolak. Semuanya malah akan membantu proses pengurusan jenazah jika nantinya tiba. "Untuk dosa urusan dia (terduga pelaku).Tapi Fardhu kifayah wajib kita lakukan selaku umat Muslim," tegasnya. [adx]Sebelumnya, warga sekitar di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sei Sikambing D, Kecamatan Medan Petisah kaget. Tiba-tiba sekelompok massa berunjuk rasa di depan pemakaman. Mereka menolak jenazah RMN, terduga pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan dimakamkan di sana. "Kami juga punya hak untuk menolak teror bom dikuburkan di Kota Medan," kata Dede Harvi Syahari, yang mengaku dari Garuda Merah Putih Community Sumut. Warga pun mendatangi massa. Sempat terjadi perdebatan antara warga dan pendemo. Selang beberapa saat mereka langsung membubarkan diri. Terpisah, Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto juga angkat bicara soal penolakan warga terhadap jenazah RMN. Kata Agus itu aspirasi warga. "Saya tidak bisa mengomentari apa yang menjadi reaksi dari masyarakat. Itu tergantung pribadi masing-masing," tukasnya.(mtc/fae)