MATATELINGA, Nias: Tiga jasad awak KM Restu Bundo yang tersambar petir di perairan Desa Labuhan Hiu, Kecamatan Pulau Batu Timur, Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara. pada Rabu (20/11/2019) lalu akhirnya ditemukan. Jasad ketiga nelayan itu ditemukan dengan kondisi sulit dikenali pada Sabtu 23 November 2019 kemarin oleh tim SAR Gabungan."Sabtu 23 November 2019, Pukul 15.00 WIB, tim SAR gabungan berhasil menemukan dan 3 jasad korban di perairan Labuhan Hiu, Kecamatan Pulau Batu Timur. Ke-3 jasad yang ditemukan, Meti (40), Dar (40) dan Suparman (40)," terang Komandan POS SAR Nias, Sukroadi Sastrawijaya, Minggu (24/11).Sebelumnya kapal nelayan KM Restu Bundo GT 5 asal Kotamadya Sibolga dengan 7 orang didalam kapal, hilang di perairan bagian Timur Pulau Pini setelah kapal disambar petir. Kapal berangkat dari Sibolga, Minggu 17 November 2019 untuk mencari ikan di Pulau Pini.Ada 2 orang awak kapal selamat, Yanto (40) dan Jusran Hutahuruk (36). 1 orang ditemukan oleh nelayan dengan kondisi tidak bernyawa, yakni Ama Eno Zebua (35) dan dievakuasi oleh tim SAR gabungan Jumat 22 November 2019, Pukul 11.30 WIB."Kemudian ke-3 jasad korban langsung di evakuasi ke KAL I-2-04/MANSALAR menuju pelabuhan Sambas Kotamadya Sibolga bersama dengan ke-2 korban yang selamat, Yanto dan Jusran Hutauruk. Sedangkan jasad korban Ama Eno Zebua, sudah lebih dulu dievakuasi ke Kotamadya Sibolga Sabtu pagi,"bebernya.Hingga sampai dengan saat ini, tinggal 1 korban hilang yang belum ditemukan, yakni Hutabarat (50). Operasi pencarian akan tetap dilanjutkan. (mtc)