Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Bangkai Babi Kembali "Serang" Tanah Karo

Bangkai Babi Kembali "Serang" Tanah Karo

- Senin, 25 November 2019 19:30 WIB
MATATELINGA, Karo: Bangkai-bangkai hewan ternak babi kembali "menyerang" Kab. Tanah Karo setelah seminggu lalu berhasil diamankan. Hal ini hasil temuan pihak Dinas Pertanian Kab. Tanah Karo di salah satu lokasi yang merupakan jalur lingkar tepat nya di Kel. Lau Cimba, Kec. Kaban Jahe, Kab. Tanah Karo, Senin (25/11/2019) dinihari kemarin. Kondisi itu ditemukan saat pihak Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Karo melakukan patroli kesejumlah titik yang dianggap sebagai lokasi pembuangan bangkai-bangkai babi itu.

[adx]

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Karo, Metehsa K. Purba mengatakan bahwa penyisiran atau patroli tersebut sebagai antisipasi ada nya pembuangan bangkai-bangkai babi yang terserang virus hog cholera. "Ini kita lakukan untuk antisipasi, namun demikian kita tetap saja mendapat laporan dari warga bahwa masih saja ada yang membuang bangkai-bangkai babi tersebut. Setelah kita cek kembali ternyata benar, kita menemukan bangkai-bangkai babi yang sudah mengeluarkan bau tidak sedap tersebut sebanyak 5 bangkai di jalur alternatif itu yang sedikit sepi dari aktifitas lalulintas warga," sebut Purba. 

"Dari temuan itu 5 bangkai itu, 4 merupakan induk serta 1 anak. Tidak hanya dibuang ditepi jalan, kita juga temukan ada yang dibuang kedasar sungai, karena ada dibawah jembatan. Dan untuk kita mengantisipasi salah satu penyebaran virus yang disebarkan oleh bangkai-bangkai ini, kita pun melakukan penguburan terhadap bangkai babi itu. Penguburan ini sudah dua kali kita lakukan, yang pertama ada 4 ekor bangkai," tutur nya.

[adx]

Lebih lanjut dikatakan Purba, dari data yang diperoleh kalau sebanyak 1.042 bangkai babi yang sudah dibuang warga disejumlah wilayah di Sumatra Utara. "Dari data ditaksir ada seribu lebih ternak warga yang mati akibat virus hog cholera itu. kenapa banyak yang dibuang begitu saja, ini karena kurang ada nya kesadaran dari warga peternak babi yang babi nya mati secara mendadak itu," lanjut Purba.

"Guna memberikan pengertian kepada warga, kita melakukan sosialisasi terhadap warga utnuk tidak membuang secara sembarang bangkai-bangkai babi itu. Ini kita lakukan di Kel. Lau Cimba tepat nya di jambur Lau Cimba tersebut.

F. Ginting salah satu warga Lau Cimba mengaku kalau kurang nya lahan untuk penguburan bangkai-bangkai babi tersebut. "Kita ini peternak bang, kesulitan dalam lahan untuk menguburkannya. Karena kebanyakan menyewa lahannya, jadi bingung mau dikubur kemana. Kami sebagai peternak juga meminta pemerintah untuk check point atau pemeriksaan surat kesehatan terhadap hewan yang datang dari luar daerah. Karena kemungkinan ada hewan yang sudah terinfeksi dibawa ke daerah kita ini. Dan pemerintah juga menyediakan lahan untuk penguburan bangkai babi tersebut," ungkap salah satu warga tersebut.

[adx]

Menyikapi tanggapan warga tersebut, Metehsa selaku Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Karo itu juga meminta kepada warga untuk juga menyediakan lahan untuk penguburan bangkai-bangkai babi itu. "Kita disini meminta kepada warga untuk memberikan lahannya sebagai lokasi penguburan. Karena kita juga tidak miliki lahan itu. Jadi kita perlu peran serta warga membantu kita untuk penguburannya," harap nya.

"Jadi bila lahan itu ada, kita akan kordinasi dengan Dinas PU untuk penguburan masal bangkai-bangkai itu dengan menggunakan alat berat. Dan kondisi ini juga sudah dirapat kan kemarin di Medan, namun kita tunggu langkah apa yang akan diambil, belum ada langkah pasti untuk sementara ini dari pihak Prov. Sumut. Dan kemarin kita sudah memberikan desinfektan kepada peternak namun kemungkinan masih dirasa kurang, dan rencana nya kita akan berikan kembali kepada warga peternak. Kita juga harapkan agar secepat nya pihak Pemerintah atas segera melakukan tindakan pasti agar ini segera dapat diatasikarena kita merasa kondisi ini merupakan kondisi KLB (Kejadian Luas biasa)," ungkap Kepada Dinas tersebut.(mtc/edi)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Muscab DPC PKB Kabupaten Karo, Sastroy Bangun, S.Sos Didukung 15 DPAC

Berita Sumut

Petani Minta Polda Sumut Tangkap Mafia Bawang Ilegal

Berita Sumut

Polres Karo Gelar Bakti Sosial Ramadan di Masjid Muhammad Chang Ho

Berita Sumut

"Alfi Hariadi Siregar" Diganjar Putusan Hukuman Sembilan Tahun Penjara

Berita Sumut

Tangkal Paham Radikal, Densus 88 Ajak Pelajar dan Mahasiswa Tanah Karo Jadi Duta Pencegahan Terorisme

Berita Sumut

Pembunuh Mely Masuk DPO Polres Karo