MATATELINGA, Medan: Untuk meningkatkan mutu akademik dan non akademik di lima fakultas yang ada di lingkungan kampus Universitas Methodist Indonesia (UMI) Medan, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UMI Medan menggelar Pelatihan Calon Auditor Audit Mutu Internal Angkatan III tahun 2019 selama 2 hari, Senin (25/11/2019) sampai Selasa, (26/11/2019) di Aula Kampus I UMI Jalan Hang Tuah Medan.[adx]Acara pelatihan dibuka secara resmi oleh Rektor UMI Drs. Humuntal Rumapea, M.Kom dan menghadirkan narasumber Sekretaris Pelaksana Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti) Wilayah I Dr. Mahriyuni, M.Hum, Ketua LPM UMI Medan Dr. Dompak Pasaribu, Ir. Kenal Hutapea, MM dan Fadila Rosa, S.Kom, M.Kom.Menurut Rektor UMI Medan Humuntal Rumapea, pelatihan calon auditor ini untuk mendapatkan calon-calon auditor internal dalam mendukung komitmen UMI dalam meningkatkan mutu akademik dan non akademik melalui audit mutu internal. Tujuan penjaminan mutu ini adalah memelihara dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan, yang dijalankan secara internal untuk mewujudkan visi dan misi perguruan tinggi (PT), serta untuk memenuhi kebutuhan stakeholders melalui penyelenggaraan tridharma perguruan tinggi.Sementara Ketua LPM UMI Dompak Pasaribu menyampaikan, kita tahu bahwa kebanyakan perguruan tinggi lebih mementingkan akreditasi atau Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) dari pada mementingkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), memang akreditasi selalu menjadi tujuan peningkatan mutu prodi atau Perguruan Tinggi. Begitu akreditasi keluar institusi tidak lagi melakukan evaluasi mutu secara internal. Dalam Undang-undang tersebut, proses SPMI harus dilakukan perguruan tinggi minimal setiap setahun sekali.[adx]"Apabila Prodi atau Perguruan Tinggi hanya meningkatkan mutu semata guna mencapai nilai akreditasi baik, ada kecenderungan mutu internal tidak akan meningkat. Padahal, kalau PT meningkatkan mutu internal terlebih dahulu, dapat dipastikan proses akreditasi juga akan memperoleh hasil yang baik pula," tandas Dompak Pasaribu.Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), lanjut Dompak yang juga dosen FE UMI dipandang sebagai salah satu solusi untuk menjawab berbagai permasalahan pendidikan tinggi di Indonesia. Selain itu, SPMI dianggap mampu untuk menjawab tantangan pendidikan tinggi di masa yang akan datang.[adx]Pada acara penutupan pelatihan, Dompak menyampaikan pada acara pembukaan ada 27 peserta auditor dan 13 calon auditor yang mengikuti pelatihan. Acara pembukaan juga dirangkai dengan penyerahan penghargaan terhadap Prodi terbaik dari kriteria kepatuhan terhadap standar mutu dan standar operasional prosedur serta aturan internal lainnya. "Dalam pelatihan calon auditor, semua calon auditor mengikuti pre-test dan post-test. Dari hasil tes tertulis dan praktek audit mutu internal akademik, ada 9 calon auditor baru dinyatakan lulus. Mereka telah memiliki kompetensi untuk menjadi auditor dalam mengaudit bidang akademik dan non akademik di lima fakultas yang ada di UMI Medan," tandasnya.