Matatelinga - Binjai, Kejaksaan Negeri (Kejari) Binjai bekerjasama dengan Tim Intelijen Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI-red) akhirnya menangkap mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Kota Binjai . Hj Masriani ST (46) diamankan saat berada di rumah persembunyiannya di Kampung Kranggan Kulon, Kelurahan Jati Raden, Kecamatan Jati Sempurna, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Minggu (06/04/2014).
Tersangka yang telah buron selama lebih tiga tahun itu. Ditangkap atas tuduhan melakukan tindak pidana korupsi (tipikor-red) APBD Kota Binjai tahun anggaran 2010, terkait pengadaan proyek fiktif swakelola pemeliharaan jalan dan jembatan, serta pemeliharaan sungai, drainase dan gedung senilai lebih 5 miliar, dengan perkiraan total kerugian negara mencapai Rp 3,3 miliar.
"Tersangka kita tangkap kemarin, pukul 00.45 WIB, dalam rumah yang diduga miliknya. Hari itu juga, dia langsung kita terbangkan ke Medan untuk diperiksa di sini (Kantor Kejari Binjai_red)," ungkap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Binjai Wilmar Ambarita didampingi Kasi Pidsus Benhar S Zain dan Kasi Intel Yudi Syahruddin kepada sejumlah wartawan dalam konferensi pers di Aula Kantor Kejari Binjai, Senin (7/4) pagi.
Lebih jauh Wilmar mengatakan, penyidikan kasus korupsi tersebut dimulai sejak 4 April 2011 silam, setelah adanya laporan dari salah satu LSM di Kota Binjai terkait dugaan dua proyek fiktif di Dinas Pekerjaan Umum Kota Binjai tahun anggaran 2010, dengan nilai kerugian ditaksir mencapai Rp 3,3 miliar.
"Rincian jumlah kerugian negara itu, terdiri dari Rp 2 miliar untuk pengadaan proyek fiktif swakelola pemeliharaan jalan dan jembatan, serta Rp 1,3 miliar untuk pengadaaan proyek fiktif pemeliharaan sungai, drainase dan gedung," jelasnya.
Selanjutnya dari hari hasil penyidikan itu, pihak Kejari Binjai menetapkan tiga dari 16 orang terperiksa sebagai tersangka. Mereka itu, Arfan Batubara dan Zulfansyah selaku bendahara yang kini telah berstatus terpidana, serta Kadis PU Kota Binjai MI selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA-red).
Sayangnya Masniari, yang tidak lain adik kandung AU (H Ali Umri SH MKn-red) selaku Walikota Binjai saat itu, justru melarikan diri sesaat setelah mengetahui statusnya ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Kejari Binjai, hingga akhirnya ia ditangkap dalam persembunyianya di Kota Bekasi, Minggu (06/04/2014) kemarin.
(Hendra/Mt-01)