MATATELINGA, Medan: Setelah proses autopsi jenazah hakim PN Medan Jamaluddin selesai, dilanjutkan dengan sholat jenazah yang berlangsung di mesjid samping RS Bhayangkara. Ketua Pengadilan Negeri Medan, Sutio Jumagi Akhirno langsung bertindak sebagai imam sholat jenazah tersebut.[adx]Setelah sholat jenazah langsung diberangkatkan ke kampung halamannya di Nagan Raya, Aceh. Dimana pemberangkatan jenazah dilepas langsung jajaran hakim dan panitera Pengadilan Negeri Medan Sutio.Ketua Pengadilan Negeri Medan, Sutio Jumagi Akhirno kembali meminta agar pihak kepolisian mengusut tuntas masalah kematian Jamaluddin yang merupakan Hakim Pengadilan Negeri Medan."Ya mudah-mudahan kasus ini bisa sesuai harapan keluarga diusut tuntas, karena keluarga tadi saya telpon menghendaki mana baiknya. Saya bilang tadi polisi menghendaki autupsi keluarga juga setuju supaya ditindak lanjuti sebaik baiknya,"sebut Sutio.Sementara itu, salah seorang kolega Jamaluddin di PN Medan, hakim Erintuah Damanik mengatakan sehari-hari Jamaluddin tidak pernah menggunakan sopir pribadi. Ia selalu menyetir kendaraannya seorang diri. [adx]"Enggak enggak (menggunakan sopir pribadi), nyetir sendiri," kata Erintuah. Diketahui kasus terungkap saat warga melihat Mobil Land Cruizer, BK 77 HD, menabrak pohon sawit di perkebunan sawit Dusun II Namo Rindang, Desa Suka Rame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara.Kemudian warga melaporkan kepada pihak kepolisian, dan setelah dilihat ternyata ada seorang pria yang tergeletak dilantai mobil pada kursi kedua. Ternyata setelah dilakukan pengecekan pria yang ditemukan dalam kondisi tak bernyawa bernama Jamaluddin yang merupakan Hakim di Pengadilan Negeri Medan. (mtc/fae)