MATATELINGA, Asahan: Sumber mata air dan sanitasi yang kurang baik diduga penyebab jatuhnya puluhan korban usai menikmati hidangan hajatan yang dihidangkan oleh keluarga Komariah ,50, warga dusun IV desa Lubuk Palas kecamatan Air Joman pada Jum'at (6/12/2019) malam .Keterangan Kepala Dinas Kesehatan dr.Aris Yudhariansyah MM kepada
Matatelinga .com, Senin (9/12/2019) diruang kerjanya mengatakan saya bersama tim Dinas Kesehatan Asahan telah mengunjungi dusun IV desa Lubuk Palas Air Joman berikut lokasi kejadian saat terjadinya puluhan warga yang keracunan makanan , untuk melakukan penyelidikan epidemiologi terhadap penyebab terjadinya penyebaran penyakit atau bakteri yang mengakibatkan kejadian tersebut, ujarnya.Lebih lanjut dr.Aris Yudhariansyah MM juga mengatakan sejauh ini kami hanya dapat mengambil sample air yang di gunakan saat memasak makanan yang di hidangkan pada hajatan tersebut, sementara sample hasil olahan makanan tidak dapat kami lakukan uji laboratorium, dikarenakan masakan yang di duga menjadi penyebab kejadian tersebut sudah lewat dari 24 jam.Kadis kesehatan dr.Aris Yudhariansyah MM juga mengatakan dari hasil pengamatan kami dilapangan untuk sementara ini yang menjadi perhatian kami bersama tim adalah penggunaan air yang di gunakan untuk keperluan masak maupun kebutuhan lainnya , terlebih pada saat berlangsungnya hajatan akikah yang dilaksanakan oleh keluarga Komariah.Terlebih lagi kondisi saat ini perkampungan tersebut sudah terendam air sejak bebarap waktu lalu, dikarenakan itensitas curah hujan yang sangat tinggi, dan lagi tumpahan air hujan tidak segera dapat di serap oleh tanah ditambah lagi disekitar perkampungan tersebut air tidak dapat keluar, sehubungan adanya pintu air yang sudah tidak berfungsi.Selain itu sumber mata air bawah tanah yang menjadi kebutuhan pokok dan selama ini di gunakan oleh warga masyarakat juga sudah selama kurun waktu sekitar empat bulan lamanya terendam air , akibat air yang tidak dapat keluar tersebut sehingga kami berasumsi dan di duga penyebab kejadian Sabtu 07 Desember 2019 lalu adalah penggunaan air yang yang tercemari oleh bakteri.Aris juga mengatakan pasokan air bersih yang selama ini dikosumsi warga masyarakat tersebut dikarenakan sudah sekian lama terendam air tadah hujan dan air tersebut tidak mengalir, makan ABT tersebut dimungkinkan tercemar belum lagi faktor lain seperti sanitasi yang ada di lingkungan tersebut tidak baik sehingga mempercepat penyebaran bakteri.Namun demikian kami masih menunggu hasil uji laboratorium air yang digunakan warga masyarakat , serta hasil uji laboratorium sisa makanan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian Resor Asahan, sehingga nantinya dapat disimpulkan dan dikehui secara jelas penyebabnya, pungkasnya (ben)