Matatelinga - Medan, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumut mengimbau masyarakat tidak sekedar
menggunakan hak pilihnya pada 9 April 2014. Akan tetapi, turut mengawasi proses pemungutan hingga
penghitungan suara tuntas.
"Kita mengimbau masyarakat menggunakan hak pilihnya, Juga mengawasi hingga proses penghitungan
selesai," kata Pimpinan Divisi Pengawasan Bawaslu Sumut, Aulia Andri saat menyebar striker
pengawasan Pemilu di Bundaran Jalan Gaotot Subroto Medan, Selasa (8/4)
Penyebaran stiker yang merupakan kerjasama Bawaslu Sumut dengan Satu Warna mengingatkan pemilih
untuk menggunakan hak memilihnya pada 9 April 2014, sekaligus mengajak warga turut mengawasi
proses pemungutan dan penghitungan suara.
Keterlibatan masyarakat dalam pengawasan penting, selain memberikan pendidikan politik juga agar pemilu berlangsung aman, lancar dan menghasilkan pemilu yang berkualitras.
"Sangat disayangkan jika suara yang sudah diberikan justru tercurangi. Pengalaman Pemilu 2009, saat penghitungan suara ulang sebagaimana perintah MK (Mahkamah Konstitusi, red) di beberapa kasus, terjadi perubahan perolehan suara. Kemungkinan itu yang harus diantisipasi," katanya, saat ditanya
mengenai potensi kecurangan.
Pantauan di lapangan, pembagian stiker mendapat respon baik dari pengguna jalan di kawasan Jalan Gatot Subroto, Jalan Adam Malik dan sekitar budaran air mancur. "Memang harus diawasi. Banyak kecurangan," kata seorang pengguna jalan.
Pembagian stiker dilaksanakan serentak di beberapa titik di Kota Medan. Kawasan yang berdekatan dengan universitas dilakukan untuk menjaring mahasiswa dan para pemilih pemula. (*)
Apel Siaga Bawaslu Sumut
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sumatera Utara (Sumut) melaksanakan apel siaga pengawas Pemilu di
Kantor Bawaslu Sumut, Jalan Sei Bahorok No27A/12 Medan, Selasa (8/9). Apel berlangsug serentak se Indonesia dipimpin Ketua Bawaslu RI, Dr Muhammad.
Pimpinan Bidang Pengawasan Bawaslu Sumut, Aulia Andri mengatakan, apel siaga dilaksanakan untuk memastikan kesiapan jajaran Bawaslu mengawasi tahapan pemungutan dan penghitungan suara hari ini.
"Besok, menjadi puncak dari tahapan yang kita awasi selama ini. Diminta untuk cermat dan pastikan Pemilu berjalan dengan aman tidak terjadi kecurangan," Aulia.
Fokus pengawasan menjelang dan pada hari pemungutan suara terkait ketercukupan dan kelayakan
logistik, pengawasan hak memilih, adanya potensi memilih menggunakan hak orang lain, menggunakan
pemilih di bawah umur juga manipulasi penghitungan suara.
"Jika ditemukan kecurangan segera ditindaklanjuti," katanya.
Disampaikanya bahwa pengawasan dilakukan selama ini sudah maksimal. Sedangkan untuk pemungutan suara hingga penetapan hasil Pemilu, diyakini akan berjalan dengan baik. "Kita berencana, kita bekerja, namun yang jadi itu adalah kehendakNya," kata Aulia
Sementara, dengan sistem telekomference
Ketua Bawaslu RI, Dr Muhammad mengatakan tugas diimban PPL berat. Namun harus bangga karena hanya PPL yang mempunyai keweenangan di TPS.
"PPL menjadi wasit pertandingan. PPL harus memahami semua aturan," katanya.
Muhammad mengatakan, uang kehormatan dan biaya transportasi diterima PPL tidak sebanding dengan beban yang diiemban, namun diminta tidak menjadi aral untuk mengabdi kepada bangsa.
"Berbaktilah pada bangsa ini saat anda diberi kepercayaan,"
sebutnya.
(Mt-01)