Matatelinga - Medan, Sekira dua puluhan mahasiswa Institut Teknik Medan (ITM) yang tergabung dalam Fronjaket Selasa (8/4/2014) sekitar pukul 16.00 wib melakukan unjuk rasa di jalan. Gedung Arca Medan Kota tepatnya di depan Kampus ITM.Aksi unjuuk raya yang dikordinir Dianson Andiko sebagai bentuk penolakan penyelenggaraan Pemilu 2014 karena dianggap, pemilu merupakan ajang permainan politik para elit penguasa.Dalam aksinya selain berorasi massa juga melakukan aksi membakar ban, sambil memberikan dan mengajak agar masyarakat di Kota Medan menjadi golput (golongan putih) aktif."Rakyat tidak butuh pemilu. Karena pemilu ini hanya ajang kampanye kaum elit-elit politik yang menyebarkan janji-janji untuk merebut hati rakyat. Rakyat diiming-imingi sembako, diberi uang, tapi setelah terpilih apakah mereka (elit politik) mengingat rakyat?,".Menurut pendemo, pemilu tidak akan membawa dampak maupun perubahan yang berarti bagi rakyat."Pemilu 2014 ini, sama dengan pemilu-pemilu sebelum-sebelumnya. Karena tidak membawa rakyat pada hari kesejahteraan. Rakyat hanya dijadikan alat bagi kaum elit politik, untuk meraih kekuasaanya. Setelah itu, rakyat pun ditinggalkan,".Untuk menolak jalannya pemilu, masyarakat harus menjadi Golput Aktif. "Masyarakat harus datang ke TPS. Dan mencoblos semua gambar yang ada. Agar suara masyarakat tidak digunakan kelompok tertentu untuk meraih kepentingannya. Makanya, coblos semua gambar,".Selain berorasi dan membakar ban bekas massa juga sempat melakukan penyanderaan terhadap satu unit mobil Toyota Avanza hitam BB 177 Z, yang belum diketahui siapa pengendaranya. Selain menyandera mobil dinas tersebut, para pendemo juga tampak berdiri di atas atap mobil sembari memegang pengeras suara menyerukan golput aktif.Dalam aksi nya massa menyampaikan tuntutan aksi dan pernyataan sikapnya mengajak golput aktif Pileg dan Pilpres 2014 "Coblos Semua",selain para pendemo menolak kampanye parpol dalam dunia pendidikan.Selaian itu,dirikan industri nasional dibawah kontrol masyarakat dan Wujudkan kesehatan dan pendidikan gratis bagi rakyat. Stop tindakan kekerasan TNI/Polri terhadap rakyat.Aksi terlihat tanpa pengawasan dari pihak kepolisian. Namun walau begitu aksi tetap berlangsung damai dan tertib. Setelah puas melakukan aksinya akhirnya massa membubarkan diri dengan sendirinya. Pkl. 18.20 aksi selesai dalam keadaan aman, tertib dan lancar.(Robby/Mt-01)