Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Divonis Gagal Ginjal, Mantan Pemain PSMS Sugito, Butuh Uluran Dana

Divonis Gagal Ginjal, Mantan Pemain PSMS Sugito, Butuh Uluran Dana

- Minggu, 15 Desember 2019 12:15 WIB
Mtc/Ist
MATATELINGA, Medan: Postur tubuhnya tidak begitu tinggi. Namun gocekan bolanya sangat mengangumkan. Dua hingga tiga bahkan empat pemain bisa dilewatinya. Apalagi kemampuannya berlari  cukup kencang. Pergerakannya pun  lincah bagai belut, dan  tidak pernah  mengenal rasa takut. Hal inilah terkadang membuat pemain bawah lawan harus bekerja ekstra keras bahakan harus bermain keras untuk menghalaunya.

Dampak dari kedegilannya sebagai pemain depan,  bukan saja membuatnya  berulangkali jatuh bangun dan terguling akibat kena “tebas”, tapi ususnya pun pernah bocor karena dipijak pemain bawah lawah. 

Ya itulah sosok dari seorang Sugito. Mantan pemain PSMS era 1970-an akhir hingga 1990-an.  Tapi kini pemain kelahiran Rambung Sialang 59 lalu itu sudah sangat jauh berubah. Hal ini bukan karena usianya yang semakin menua, tapi dampak dari sakit yang dideritanya. 

Terhitung sejak sebelas tahun terakhir, atau mulai  2008, Sugito menginap penyakit diabetes. Dampak sakitnya tersebut meluas, atau komplikasi hingga menganggu mata, bahkan kini ia pun divonis gagal ginjal. 

“Sebelum ini   saya harus operasi mata  dampak dari diabetes. Dan sekarang, oleh dokter saya divonis gagal ginjal sehingga dua kali seminggu  harus menjalani cuci darah,” kata Sugito saat dijenguk di RS Putri Hijau Jalan Putri Hijau Medan, Sabtu (14/12). 

Pria yang dimasa aktifnya pernah membela Mercu Buana Galatama dan mengantarkan Sumut meraih medali emas PON XI/1985 ini mengaku, selama ini sudah banyak menjalani perngobatan,baik medis maupun alternatif. “Sudah banyak dokter dan rumahsakit yang saya kunjungi. Demikian juga pengobatan alternatif. Namun penyakit ini belum kunjung sembuh,” ujar Sugito lirih. 

Ia kini  mengaku kian bingung, karena untuk berobat selama sebelas tahun terakhir sudah banyak menghabiskan biaya. Ditambah lagi dengan vonis gagal ginjal  yang mengharuskannya cuci darah dua kali seminggu. “Disini saya sudah lebih seminggu. Saya tidak tahu lagi berapa biaya yang dibutuhkan,” ujarnya sedih. 

Karenanya Sugito mohon doa dan juga bantuan dana, baik dari pemerintah maupun lembaga olahraga dan juga masyarakat maupun simpatisan. “Alhamdulillah, belum lama ini saya mendapat bantuan Rp 2,5 juta dari KONI Sumut. Dan biaya tersebut sudah saya gunakan untuk perobatan disini,”jelasnya.

Atas saran rekan-rekannya, Sugito juga mengaku sudah menyurati Gubsu Edy Rahmadi,  Plt Walikota Medan Achyar Nasution, Ketua Umum Asprov PSSI Kodrat Shah agar mendapat bantuan. “Saya kini hanya bisa berdoa, kiranya Pemerintah memberi perhatian terhadap mantan atlet seperti saya ini,” ujar Sugito usai difoto sembari memegang medali emas PON 1985. 

“Ini medali kenangan tidak terlupakan. Sebab saat itu rangking Sumut anjlok di luar sepuluh besar. Syukurnya sepakbola meraih medali emas, dan saya menyumbang satu gol saat  final melawan  Irian Jaya (Papua red).Medali emas sepakbola ini membuat kontingen Sumut selamat dari ancaman pulang akan dilempar telur busuk,” ujar Sugito menceritakan kenanangannya sembari mengakhiri keterangan.(bejo)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Membangun Manusia, Bukan Sekadar Infrastruktur

Berita Sumut

Halte Bus Listrik di Jalan Gatot Subroto: Solusi Transportasi atau Sumber Kemacetan Baru?

Berita Sumut

Macet Hari Ini, Harapan untuk Medan Esok Hari

Berita Sumut

Ini Dia Produk Varian Molto Yang Bisa Anda Dapatkan di Blibli

Berita Sumut

Hari Lahir Pancasila: Di mana Peran Mahasiswa?

Berita Sumut

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU