Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Sungai Bahilang Meluap, Ribuan Rumah Warga Terendam Banjir di Tebing Tinggi

Sungai Bahilang Meluap, Ribuan Rumah Warga Terendam Banjir di Tebing Tinggi

Redaksi - Senin, 16 Desember 2019 18:15 WIB
Mtc/Ist
MATATELINGA, Tebing Tinggi:  Ribuan rumah warga terendam, akibat banjir akibat meluapnya Sungai Bahilang dan Sungai Padang di Kota Tebing Tinggi. Setiap tahun terjadi, namun kali ini yang terbesar sejak 2001. Pada saat itu, banjir menggenangi hingga setinggi dada orang dewasa. 

Salah seorang warga bernama Nanangmengatakan, banjir yang terjadi 18 tahun dialami warga Tebing Tinggi. Saat itu banjir terjadi pada malam hari. Saat itu, hujan deras terjadi sejak dua hari berturut-turut. Tak banyak yang bisa dilakukan oleh masyarakat kecuali barharap-harap cemas agar tidak terjadi banjir. 

"Soalnya waktu itu, banyak rumah-rumah yang didirikan di bantaran sungai ini," katanya saat diwawancarai di depan Pasar Kain di Jalan Jend. MT Haryono, di Kelurahan Pasar Gambir, Kecamatan Tebing Tinggi KOta, Tebing Tinggi, Senin (16/12/2019).

Keseharian Nanang di kawasan itu membuka usaha servis jam tangan dan batu akik. Sudah puluhan tahun dia dia menjalaninya. Banjir di tahun 2001 itu lah yang menurutnya paling besar. Akibat banjir saat itu, perekonomian terganggu. Banyak toko yang tutup lantaran barang-barang juga terrendam air. 

"Coba bayangkan, kalau banjir itu setinggi dada. Toko itu, setengah pintunya terrendam. Barang-barang di toko orang itu juga banyak yang terrendam. Begitu juga jalan besar ini, susah dilalui," sebutnya. 

Dampak banjir itu terrasa selama satu minggu. Pasalnya, banyak sampah dan lumpur yang masuk ke dalam rumah maupun toko. Begitu juga di jalan-jalan raya juga banyak sampah yang tersangkut. "Hanya sebagian saja toko yang sudah buka. Soalnya mereka harus memperbaiki yang rusak, beres-beres," akunya lagi. 

Hal serupa diungkapkan Hermawan, selaku Pemilik toko kelontong. Banjir menjadi momok tersendiri bagi orang yang membuka usaha di sekitar Sungai Bahilang. Sungai itu hanya berjarak sekitar 30 meter saja dari tokonya. "Apalagi kalau di Siantar juga hujan  deras, pasti di sini limpahannya," katanya. 

Menurutnya, yang menjadi persoalan tidak hanya barang-barang menjadi basah. Banyak aktifitas ekonomi yang terganggu akibat banjir. "Ya lihat sendiri lah. Kalau banjir, orang lewat di depan toko ini harus melintasi8 banjir. Mendingan lah kalau hanya sebetis, dulu itu tingginya hampir setengan badan orang dewasa," sebutnya. 

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Tanggul Jebol, Ratusan Rumah Terendam Banjir

Berita Sumut

Zulkarnaen Minta Kesiapan Pemko Medan Penanganan Banjir di Jalan Letda Sudjono

Berita Sumut

Dampak Cuaca Ektrim, Kadis BPBD Siantar Imbau Masyarakat Waspada

Berita Sumut

Wakil Wali Kota Medan Minta Pertemuan Lintas Sektor Atasi Banjir Rob Belawan

Berita Sumut

Pasca Bencana Alam Banjir, Bupati Deli Serdang Turun ke Lokasi Bencana

Berita Sumut

Tim Gabungan Turun Lokasi Banjir dan Longsor Wilayah Sembahe