MATATELINGA, Medan: Seluruh wilayah di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) sudah meminta pelaksanaan Operasi Pasar (OP) ke Perum Bulog. Karenanya, sepanjang Desember 2019, sudah 1.000 ton beras di distribusikan Bulog.Pimpinan Perum Bulog Divre Sumut, Arwakudin Widiakso mengungkapkan OP dijalankan melalui kegiatan ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga (KPSH) dengan 4 cara yakni, distribusi Bulog, jaringan rumah pangan, toko binaan pasar dan satgas."Sampai hari ini kita sudah melakukan kegiatan OP mencapai 18 ribu ton dari Januari 2019. Dan sepanjang Desember sudah tersalurkan 1.000 ton. Sekarang pun permintaan OP cukup banyak, permintaan dari seluruh wilayah Sumut," terangnya, Selasa (17/12/2019).Menurut pria yang akrab disap Wiwid ini, jelang Natal dan Tahun Baru 2020, posisi stok beras di Sumut masih cukup berlimpah."Penugasan pemerintah kepada Bulog untuk saat ini menjaga stabilitas harga beras. Kita mempunyai 51 ribu ton beras pemerintah dan beras komersial," terang mantan Kepala Perum Bulog Divre Kaltimra ini.Kata Wiwid, operasional beras pemerintah ditentukan seharga jual Rp 8.600/kg. "Harga ini diluar jasa pengantaran, bongkar muat, serta pengawalan," ungkapnya.Kemudian, beras komersial dijual untuk kegiatan usaha Bulog. Dari 51 ribu ton stok beras, sebanyak 5000 ton merupakan beras komersial. "Beras ini dijual dengan harga het sesuai mekanisme pasar," tuturnya.Diungkapkannya, beras komersial merupakan beras produksi sekitar penggilingan padi Sumut. Sedangkan cadangan beras pemerintah lainnya, merupakan beras lokal yang dikirim dari Jawa barat, Jawa tengah serta impor dari Thailand, India dan Vietnam. "Targetnya untuk beras lokal akan dibeli 20 ribu ton. Dan kita sudah lewat target, sudah mencapai 21,5 ribu ton," bebernya. Wiwid juga menjelaskan hingga kini Sumut masih memiliki neras impor karena pelabuhan Belawan adalah salah satu mainport, selain Surabaya dan Jakarta. Beras yang diimpor ini, jelas dia, tidak sepenuhnya untuk Sumut namun juga untuk daerah lain.Wiwid juga bilang, sebanyak 51 ribu ton stok beras Perum Bulog ini bisa bertahan sampai musim panen mendatang, sekitar April 2020. Selain beras, Perum Bulog juga menyetok komoditas lain untuk menjaga stabilitas harga. Yaitu, daging kerbau beku sebanyak 51 ton. Tepung terigu sebanyak 8 ton, Minyak goreng sebanyak 28 ribu liter dan Gula pasir sebanyak 7 ton. (mtc/amel)