MATATELINGA, Medan: Peta kekuatan karate pelajar di Kota Medan sepertinya sudah merata. Terbukti, tidak ada sekolah yang mendominasi pada Kejuaraan Karate Antar Pelajar Kota Medan 2019 yang berlangsung di Gelanggang Remaja, Jalan Sutomo Ujung, 11-14 Desember kemarin. Untuk ketagori SMP, dari 10 kelas yang dipertandingkan, tidak ada sekolah yang merebut dua medali emas. SMP Negeri 27 yang berada di atas, hanya meraih 1 emas dan 2 perak. Sedangkan dikategori SMA, SMA Negeri 14 merebut 2 emas dan 1 perunggu. Sekolah ini unggul tipis dari SMA Negeri 6 yang merebut 2 emas. Sisa emas lainnya dibagi rata oleh enam sekolah. Kadispora Medan diwakili Kasi Promosi Olahraga Prestasi Mangasi Simangunsong saat menghadiri pengalungan medali mengaku bangga dengan perkembangan karate di Kota Medan, khususnya kategori pelajar. Sebab, tidak ada sekolah yang dominan. "Ini menunjukkan persaingan karate di sekolah-sekolah Kota Medan sudah merata. Kita senang, karena sekolah-sekokah sudah memasukkan karate sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler," ungkapnya. Dia juga mengapresiasi FORKI Medan, karena karate sudah sangat populer di kalangan pelajar. Terbukti, kejuaraan ini diikuti 350 peserta. "Kita berharap kejuaraan ini bisa melahirkan karateka-karateka berbakat," sebutnya. Mangasi menambahkan, Dispora Medan membina PPLPD cabang karate. Pihaknya pun melakukan pemantauan pada kejuaraan ini. "Karateka terbaik akan kita masukkan ke PPLPD Medan. Dia akan menggantikan karateka binaan PPLPD yang mengalami penurunan," sebutnya. Kejuaraan Karate Pelajar Kota Medan 2019 ini diikuti 350 peserta dengan mempertandingkan 20 kelas putra dan putri. Event ini berlangsung di Gelanggang Remaja, Jalan Sutomo Ujung pada 11-14 Desember 2019. (bejo)