Mtatelinga - Medan, Para penyandang tunanetra ini datang sejak pagi. Mereka ditemani pendamping yang sudah disahkan pihak kelurahan. Sekitar 60 penyandang tunanetra memilih di TPS 22, Jalan Sampul, Sei Putih Medan Petisah. Mereka merupakan anggota DPD Pertuni Sumut yang berkantor tak jauh dari TPS itu."Jumlah pemilih tunanetra di TPS ini 60 orang. Total keseluruhan pemilih pada DPT kita berjumlah 441 orang," kata M Yusri Affandi, Ketua KPPS 22.Keterbatasan fisik tidak menjadi halangan bagi penyandang tunanetra di Medan untuk menggunakan hak pilihnya. Mereka antusias untuk mencoblos pada Pemilu, Rabu (9/4).Pendamping yang dipercaya ikut masuk ke dalam bilik suara. Mereka memilihkan caleg dan calon anggota DPD sesuai keinginan penyandang tunanetra.Penggunaan pendamping ini untuk memudahkan penyandang tunanetra, karena surat suara berhuruf braille memang tidak tersedia. Yang ada hanya template surat suara untuk calon DPD yang berhuruf braille. Itu pun tak sempat dipasang di TPS 22.Begitupun, para penyandang tunanetra tetap antusias memberikan suaranya. Mereka pun mengaku tidak kesulitan menggunakan hak pilihnya."Bagus, lancar semua. Memang tidak ada template braille, tapi kan ada pendamping. Selain itu sudah ada sosialisasi dari KPU," kata Rusman Dian Syahputra (44), penyandang tunaterea warga Jalan Mistar.Dia mengaku menggunakan hak pilihnya karena dia warga negara yang baik. "Dari dulu saya terus milih. Tapi, jangan ada diskriminasi. Kalau ditanya siapa yang saya pilih, pasti yang selama ini perhatikan kami kaum tunanetra," pungkas Rusman.(Mt-01)