Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Penanganan Selanjutnya Tunggu Arahan Gubernur Sumut
Jumlah Kematian Babi terus Bertambah di 18 Kabupaten,

Penanganan Selanjutnya Tunggu Arahan Gubernur Sumut

- Selasa, 07 Januari 2020 06:15 WIB
Hand Over
MATATELINGA, Medan: Data sebelumnya, kolera babi hanya menyerang di 16 kabupaten/kota, perkembangan terakhir kematian babi juga terjadi di 2 kabupaten lainnya. Virus hog cholera atau kolera babi dan african swine fever (ASF) masih merebak di Sumatera Utara (Sumut).  

Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatera Utara, Muhaimin D pada wartawan mengatakan, berdasarkan data yang disebutkan oleh kepala seksinya, Sugeng, 2 kabupaten tersebut yakni Batubara dan Mandailing Natal (Madina). Muhaimin mengatakan, jumlah kematian babi per 5 Januari 2020, angkanya sudah  35.886 ekor. 

Muhaimin yang baru saja menggantikan posisi Mulkan Harahap yang sudah pensiun per 1 Januari 2020 mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan untuk penanganan selanjutnya. Di Kabupaten Batubara, terjadi kematian sebanyak 66 ekor dan Mandailing Natal 6 ekor. "Iya ada pertambahan kabupaten yang ada kematian. Di Madina dan Batubara," katanya, Senin (6/2/2020).

Mengenai virus ASF, pihaknya belum mendapatkan surat dari Kementrian Pertanian. Dijelaskannya, salinan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 820/KPTS/PK.320/M/2019 tentang pernyataan wabah penyakit  demam babi afrika (African Swine Fever) pada beberapa kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara diketahuinya melalui aplikasi percakapan WhatsApp. 

"Itu ditetapkan Menteri pada 12 Desember 2019, tapi surat resmi dari Kementrian belum kami terima. Hanya dari wa-wa saja. Mungkin itu ditujukan ke Gubernur. Belum ada tembusan, belum ada yang resmi dari gubernuran," katanya.

Karena itu, lanjut Muhaimin, pihaknya masih menunggu arahan dari Gubernur untuk penanganan selanjutnya. "(Soal pemusnahan), kita masih menunggu arahan dari Gubernur lah. Atau coba sama Kadis lah. Sore ini ada rapat evaluasi di Gubernuran," katanya.

Diberritakan sebelumnya, 16 kabupaten yang dinyatakan sebagai daerah wabah penyakit demam babi afrika yakni Dairi, Humbang Hasundutan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Karo, Toba Samosir, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Samosir, Simalungun, Pakpak Bharat, Langkat, Tebing Tinggi, Pematang Siantar dan Medan. 

Kepala Balai Veteriner Medan, Agustia mengatakan, 16 kabupaten/kota tersebut merupakan kantong populasi babi di Sumut. Virus hog cholera maupun ASF dapat menyerang dengan cepat. Begitupun, berdasarkan ilmunya, babi di Sumut bisa habis semuanya. 

"Sumut itu punya 33 kabupaten/kota. Kematian babi ini terjadi di 16 kabupaten/kota. Kita fokus menjaga di 16 ini. Jangan sampai bertambah," katanya., 

kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatera Utara, Azhar Harahap sebelumnya juga sudah mengatakan, bahwa langkah yang dilakukan antara lain dengan bio security yakni membatasi lalu lintas ternak, tidak saling berkunjung khususnya di kandang yang terjadi kematian akibat hog cholera dan ASF dan tidak membuang bangkai ke sungai maupun ke hutan, serta menjaga sanitasi kandang dan ternak.

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Ini Dia Produk Varian Molto Yang Bisa Anda Dapatkan di Blibli

Berita Sumut

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU

Berita Sumut

Sukseskan Gerakan ASRI, Forkopimda Sibolga Gotong Royong Massal Bersama Warga

Berita Sumut

Dihantam Banjir Bandang Jalan Desa Kampung Mudik-Aek Dakka Barus Sudah Dapat Dilalui

Berita Sumut

"Alfi Hariadi Siregar" Diganjar Putusan Hukuman Sembilan Tahun Penjara

Berita Sumut

PWI Labuhanbatu Akan Gelar Konferensi IX, Panitia Pelaksana Terbentuk