MATATELINGA, Medan: Terungkap fakta baru pembunuhan yang dilakukan oleh ZH alias Zuraida beserta dua eksekutornya JP alias Jepri dan RF alias Reza terhadap hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan Jamaluddin (55). Usai membunuh korban, Zuraidah sempat tidur selama tiga jam disamping jenazah Jamaluddin."Ada yang menarik juga di sini, hebatnya, istri korban masih sempat tidur dengan jasad suaminya selama kurang lebih tiga jam sebelum dibuang," kata Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Martuani Sormin di lokasi rekonstruksi di Royal Monaco, Kamis (16/1/2020).Sebelumnya diberitakan, Zuraida yang diduga sebagai otak pelaku pembunuhan ini menginginkan agar pembunuhan suaminya seolah-olah karena serangan jantung. "Sesuai dengan rencana awal bahwa ZH menginginkan korban meninggal karena serangan jantung. Karena di skenario kan pelaku korban meninggal karena serangan jantung," ucap Kapolda. Namun skenario tersebut berubah, karena para eksekutor membunuh korban dengan cara membekapnya terlalu kuat sehingga di wajah korban terlihat adanya bekas lebam-lebam. "Disini ada perdebatan karena tidak sesuai dengan rencana awal, karena di skenario kan pelaku korban meninggal karena serangan jantung dan itu terjadi pada jam 01.00 WIB tanggal 29 November 2019. Para tersangka terkejut karena ada lebam-lebam merah pada wajah korban ini mereka tidak duga karena semakin kuatnya saat membekap korban," terang Kapolda. Melihat adanya lebam-lebam di wajah korban, istrinya kemudian menyuruh JP dan RF untuk membawa dan membuang korban ke area perkebunan."Karena ada meninggalkan jejak dan ini tidak di izinkan istri korban karena pasti polisi menuduhnya sebagai pelaku dan bukab serangan jantung. Kemudian mereka berdebat akhirnya disepakati untuk membuang jenazah korban. Pokoknya istri korban berkeras bawa dan buang dari rumah dan membuangnya ke arah perkebunan yang ada di kawasan Kutalimbaru,"pungkas Irjen Martuani. (mtc/fae)