MATATELINGA, Medan: Satuan unit reskrim Polsek Medan Baru melumpuhkan delapan kaki empat pelaku begal yang telah beraksi di 26 lokasi di Medan dengan timah panas. Para pelaku, usai beraksi, barang rampasannya itu dijual dan uang hasil rampasannya digunakan untuk membeli sabu.Kapolrestabes Medan Kombes Johnny Eddizon Isir dalam paparan di Mako Polrestabes Medan Jl HM Said Medan mengatakan, keempat pelaku merupakan komplotan sadis yang telah meresahkan warga Kota Medan. Mereka berhasil ditangkap, setelah petugas melakukan serangkaian penyelidikan."Ini merupakan kerja Polsek Medan Baru dan jajaran Polrestabes Medan. Kita menyikapi berbagai respon dan pengaduan masyarakat. Kita berhasil menangkap empat orang pelakunya," kata Kombes JE Isir didampingi Kapolsek Medan Baru, Kompol Martuasah Tobing, Sabtu (18/1/2020).Masing masing empat pelaku yang diamankan diantaranya, BH, RH, RA dan Rin alias Bocil. Mereka ditangkap saat sedang berada di kosannya di Jalan Kapten Sumarsono Gang Dahlia, Medan Helvetia pada Rabu (15/1/2020) kemarin.Ditemukan barang bukti dari hasil kejahatan yang disimpan pelaku di dalam kamar kosnya berikut narkotika berupa Sabu-sabu berikut alat isapnya. Namun, saat ditangkap para pelaku hendak melarikan diri hingga ditembak petugas karena tidak mengindahkan tembakan peringatannya."Kita berhasil menangkap mereka di kamar kosnya di Jalan Kapten Sumarsono. Saat kita geledah, kita temukan barang bukti hasil kejahatan mereka. Juga, narkoba jenis sabu," akunya.Dari keterangan para pelaku, mereka sudah beraksi di 26 TKP di Kota Medan. Mereka beraksi dengan cara mengambil paksa barang milik korban hingga korbannya itu terjatuh."Mereka beraksi dengan cara mengambil paksa barang milik korban hingga terjatuh. Para korbannya ada yang luka-luka, ada juga harus dirawat di RS," sebutnya.Isir menegeskan pihaknya terus melakukan pengembangan terhadap mereka. Kemungkinan, ada kelompok-kelompok lain yang berafiliasi dengan mereka untuk berbuat kejahatan di Kota Medan. "Kita tetap melakukan pengembangan untuk melihat apakah ada keterlibatan kelompok lainnya yang berafiliasi dengan mereka. Intinya, tidak ada tempat untuk para pelaku kejahatan di Kota Medan. Kita minta untuk menyerahkan diri, jika tidak tetap kita lakukan tindakan tegas dan terukur," sebut Isir.Sementara salah seorang korban berinisial LK, menyebutkan dirinya berterima kasih atas kerja keras pihak kepolisian telah menangkap para pelaku kejahatan."Saya berterima kasih kepada pihak kepolisian merespon cepat laporan warga. Kita sangat resah dengan perbuatan mereka. Saya sendiri sudah dua kali jadi korban. Namun, yang ini pelakunya berhasil ditangkap," sebut korban LK kepada para wartawan.