Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Rumah Markisa Noerlen Mulai Go Green di Tahun 2020

Rumah Markisa Noerlen Mulai Go Green di Tahun 2020

- Rabu, 22 Januari 2020 14:55 WIB
mtc/amel
Rumah Markisa Noerlen, usaha kuliner khas Medan yang berada di Jalan Sri Tuan No 7 Medan Baru, kian ramah lingkungan. Tak hanya menjual produk berbahan segar dan berkualitas, kini Rumah Markisa Noerlen menghadirkan kantongan plastik go green.
MATATELINGA, Medan:  Rumah Markisa Noerlen, usaha  kuliner khas Medan yang berada di Jalan Sri Tuan No 7 Medan Baru, kian ramah lingkungan. Tak hanya menjual produk  berbahan segar dan berkualitas, kini Rumah Markisa Noerlen menghadirkan kantongan plastik go green.

Pemilik Rumah Markisa Noerlen, Rachmi Novianti mengungkapkan, sejak awal tahun 2020, dirinya mulai memakai kantongan yang ramah lingkungan untuk setiap belanjaan yang dibawa konsumen dari tempat usahanya.  Perempuan yang akrab disapa Mimi ini, memutuskan untuk tidak menggunakan lagi plastik dalam membantu menjaga lingkungan. Karena plastik yang tidak bisa terurai dan sangat merusak lingkungan jika dibuang  sembarangan.

"Hanya saja saya belum bisa 100% go green (ramah lingkungan) dalam setiap produk yang dijual. Karena belum bisa menemukan botol markisa yang terbaik. Tapi tas - tas belanja atau kantongan untuk dibawa oleh konsumen sudah semuanya go green," ucapnya, Rabu (22/1/2020).

Tetapi, sambungnya, untuk kemasan botol markisa, agar lebih ramah lingkungan , Mimi sedang mempertimbangkan untuk menggunakan botol kaca. Tapi hingga kini masih memilih yang terbaik untuk operasional usahanya.

Diungkapkan Mimi, keputusan untuk menggunakan kantongan go green lantaran sekarang ini sedang gencar-gencarnya wacana menyelamatkan bumi karena limbah plastik sudah cukup banyak. "Saya melihat daerah Bali kenapa bisa ya, UMKM sudah tidak ada pakai kantongan plastik. Jadi saya coba terapkan untuk usaha saya. Memang konsekuensinya, biaya lebih mahal. Tapi kita coba bantu secara kecil-kecilan untuk menyelamatkan bumi," terangnya.

Kata Mimi, kantongan yang disediakan Rumah Markisa Noerlen  terbuat dari ubi kayu. Namun, kantongan ini masih diimpor khusus dari Bali dan Surabaya. Namun karena dari sisi kekuatan, kantongan dari limbah ubi ini memang kurang kuat dibandingkan plastik , untuk itu, jika belanjaan lebih berat, ada kita jual dengan kantongan dari kain. "Kalau kita ingin yang ramah lingkungan, ya sekali lagi, memang ada konsekuensinya, lebih mahal," tutur Mimi.

Karenanya, Mimi berharap distributor kantongan plastik ini juga ada di Sumut. Sehingga dirinya tidak perlu jauh-jauh impor kantongan dari Bali dan Surabaya. "Karena sebenarnya sulit untuk memesan kantongan ini karena wilayahnya yang jauh," ucap dia.

Meski di Rumah Markisa Noerlen belum sepenuhnya gunakan kemasan go green, namun di Kopi  Halte, sebagai anak usaha Rumah Markisa Noerlen, sudah  100% kemasan yang digunakan  go green. Mulai dari cup hingga sedotan tidak menggunakan plastik. Sedotannya, ada yang dari kertas juga bambu. "Jadi Rumah Markisa Noerlen secara keseluruhan sedang berupaya reduce (mengurangi) penggunaan plastik untuk ikut menyelamatkan bumi," terangnya.

Terkait keputusan Mimi untuk menggunakan produk ramah lingkungan  ini, menurut dia pelanggan sudah mengerti dan mendukung. Terlebih lagi konsumen wisatawan asing. (mtc/amel)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Ini Dia Produk Varian Molto Yang Bisa Anda Dapatkan di Blibli

Berita Sumut

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU

Berita Sumut

Sukseskan Gerakan ASRI, Forkopimda Sibolga Gotong Royong Massal Bersama Warga

Berita Sumut

Dihantam Banjir Bandang Jalan Desa Kampung Mudik-Aek Dakka Barus Sudah Dapat Dilalui

Berita Sumut

PWI Labuhanbatu Akan Gelar Konferensi IX, Panitia Pelaksana Terbentuk

Berita Sumut

Pemprov Sumut Genjot Pembangunan Infrastruktur Terpadu Lewat Program INSTANSI