MATATELINGA, Tapteng: Terkait banjir bandang di Kecamatan Barus dan Kecamatan Andam Dewi yang terjadi pada Selasa kemarin, (28/1/2020) melanda Tapteng, jumlah korban meninggal dunia terus bertambah. Bahkan, saat ini jumlah korban meninggal dunia menjadi 6 orang dan 3 orang lainnya masih dinyatakan hilang. "Informasi terbaru Matatelinga.com dilapangan peroleh, sudah 6 orang meninggal dunia dan 3 dinyatakan hilang. Untuk korban meninggal masih dalam proses identifikasi," hal tersebut dikatakan Sekertaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapanuli Tengah, Agus Haryanto, Rabu (29/1/2020). Tambah Agus, bahwa pasca banjir tersebut, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah sudah menetapkan status tanggap darurat selama 7 hari ke depan. "Status tanggap darurat terhitung mulai hari ini hingga 5 Februari mendatang," sebutnya. Pasca penetapan status tanggap darurat, Agus mengatakan bahwa Pemkab Tapteng telah melakukan sinergi dengan TNI/Polri untuk melakukan penanganan dan proses evakuasi terhadap korban.Saat ini Dinas Sosial Tapteng juga sudah mendirikan posko pengungsia dan dapur umum di Kecamatan Barus dan Andam Dewi.Hujan deras yang melanda Wilayah Tapanuli Tengah terjadi sejak Selasa (28/1/2020). Akibatnya beberapa daerah mengalami banjir diantaranya Kecamatan Barus, Kecamatan Andam Dewi. Atas kejadian ini sebagian warga telah mengungsi ke tempat yang lebih tinggi dan sebagiannya lagi masih tetap tinggal di rumah. Saat ini Polres Tapteng, TNI dan Pemerintah Kabupaten Tapteng, serta Bantuan SAR dari Kota Sibolga sudah memberikan bantuan pencarian korban dan pembuatan dapur umum untuk membantu korban yang tertimpa musibah banjir.