Matatelinga - Medan, Pengusaha Biro Perjalanan (Travel) Mandiri Perdana Tour & Travel, yang merupakan milik pasangan suami istri (pasutri), yakni Alberto (27) dan istrinya Romaito (26), di Jalan Medan-Batang Kuis, Jumat (11/4/2014) malam, korban perampokan. Akibat peristiwa tersebut, korban dilarikan ke rumah sakit. Saat terjadi aksi perampokan, korban melakukan perlawanan. Akibat perampokan ini, sang suami kritis usai ditikam sebanyak lima tusukan dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit terdekat. Informasi dihimpun, aksi perampokan ini bermula ketika dua pria mengendarai sepedamotor yang masuk ke dalam kantor travel dengan tujuan membeli tiket pesawat. Setelah harga tiket pesawat disepakati, lalu para pelaku mengeluarkan senjata api dari balik jaketnya sambil memaksa korban agar menyerahkan uang. Tak mau dirinya menjadi korban perampokan, Albert pun langsung menepis senjata yang dipegang oleh pelaku dan keduanya pun bergumul. Teman pelaku yang berada di luar datang dan menikam paha korban sebanyak dua tusukan. Walaupun paha kanannya ditikam, korban tetap memberikan perlawanan kepada para pelaku dan pelaku pun kembali menikam pipi kiri dan kepala kiri korban dan setelah itu para pelaku melarikan diri ke arah Kota Medan. Korban, Alberto saat itu masih sempat mengejar pelaku, namun, karena terlalu banyak mengeluarkan darah, korban pun seketika terjatuh persis di depan SPBU Jalan Medan-Batang Kuis. “Saat kejadian situasi sepi dan hanya korban dan istrinya yang berada di tempat usahanya itu,”Kapolsekta Percut Seituan, Kompol Ronald F Sipayung menyabutkan, aksi perampokan yang menimpa pengusaha Biro Perjalanan Mandiri Perdana Tour & Travel, itu merupakan percobaan perampokan. Kedua pelaku tak sempat menggasak uang milik korban setelah digagalkan korban sendiri. “Tadi itu hanya aksi percobaan perampokan karena pelaku belum sempat mengambil uang atau harta benda korban,”. Sambung Ronald, aksi perampokan ini gagal setelah korban menyadari kalau pelaku beraksi memakai pistol mainan. “Korban pun meyakini itu bukan pistol asli, tapi ini masih dugaan belum bisa dipastikan asli atau bukan. Masih kita kejar para pelaku dan kita sedang mengumpulkan semua bukti-bukti yang ada,” tegas Ronald. Sementara Alberto, korban perampokan dirumah sakit berada di Pasar V Gambir mengatakan, kawanan pelaku menggunakan senjata api asli apa tidak belum bisa dipastikan.Dimama kawanan pelaku juga dilengkap senjata tajam. Para pelaku berupta pura memesan tiket ketempat mereka,melihat situa si tidak ramai mulai melakukan aksinya dan kami mmberikan perlawanan,hingga terluka akibat senjata tajam milik pelaku.(Susanto/Mt-01)