MATATELINGA, Tanah Karo: Walau terus disibukan dengan tuntutan pekerjaan, para insan pers di Kab. Tanah Karo, Sumatera Utara ternyata masih memiliki waktu untuk peduli. Hal ini terungkap dari penggalangan dana yang mereka lakukan, Minggu (2/2/2020). Para insan perss tersebut rela berpanas-panasan guna mengumpulkan dana untuk membantu meringankan beban para saudara korban banjir di Kab. Tapanuli Tengah yang terjadi beberapa waktu kemarin.Pantauan Matatelinga.com dalam aksi itu terlihat sejumlah insan perss bersemangat atas poenggala dana tersebut. Aksi positif tersebut terlihat dikawasan Jl. Veteran, Berastagi. Bukan hanya itu, mereka juga berencana akan meneruskan aksi peduli itu Senin (3/2/2020) ke sejumlah perkantoran atau instansi hingga ke kecamatan-kecamatan yang ada di Kanan Jahe, Tanah Karo.Salah seorang insan perss, Hendri Setiawan dalam aksi itu menuntut kan bahwa apa yang mereka perbuat hanya semata-mata rasa peduli dan rasa persaudaraan. "Kata kunci nya sangat sederhana dalam aksi ini. Hanya rasa peduli dan rasa persaudaraan, sehingga terlaksana lah kegiatan positif kita ini. Rasa tanggungjawab saling membantu sesama. Apa lagi saudara-saudara kita di Tapanuli Tengah saat ini ditimpa bencana alam kan," ujar Hendri dari salah satu media tersebut."Walau kami tidak bisa melihat langsung dan melakukan apa yang bisa kami lakukan disana, namun dengan kegiatan ini sudah mewakili kami insan perss Tanah Karo meringankan beban saudara kita disana. Kita berdoa mudah mudahan mereka sabar dengan cobaan ini. Dan kita juga berharap ada yang lebih peduli lagi dari kita, sehingga beban saudara kita disana akan lebih ringan lagi," ungkap nya.Sejumlah warga yang melintas dalam aksi peduli korban bencana alam tersebut menyambut baik upaya insan perss Tanah Karo tersebut. "Itu baik, dan sangat baik. Walau mereka sibuk dengan mencari berita, mereka menyempatkan waktu untuk peduli dan saling membantu. Kita berharap upaya itu berjalan dengan lancar. Sehingga dengan aksi para wartawan Tanah Karo ini menambah rasa persaudaraan sesama kita dengan mereka di Tapanuli Tengah," sebut sejumlah warga.(mtc/edi)