MATATELINGA, Medan: Aliansi Masyarakat Peduli Sumatera Utara (AMP Sumut) berunjuk rasa di Mapolda Sumut di Jalan Sisingamangaraja Medan, Senin (3/2/2020). Mereka prihatin dengan kondisi kasus begal yang belakangan ini marak kembali di Kota Medan.Dengan membawa spanduk, mereka menyampaikan aspirasi masyarakat di depan Mapolda Sumut. Mereka berorasi di sana.Koordinator Aksi, Roji Harahap mengatakan, kondisi Sumatera Utara tidak sedang baik-baik saja. Belakangan kondisi kamtibmas di sini terganggu dan dipertontonkan dengan maraknya kriminalitas seperti begal, jambret, perusakan rumah ibadah, aksi premanisme, bencana dan longsor yang diduga maraknya perambahan hutan sehingga menimbulkan korban jiwa di Labura dan pembunuhan yang sangat meresahkan masyarakat. "Apalagi aksi kejahatan tersebut menimbulkan korban jiwa, di mana salah satu orangtua dari Mahasiswi UIN SU tewas karena dibegal atau dijambret pada 26 Januari lalu. Belakangan juga aksi perusakan rumah ibadah di Mandala yang diduga dipicu dari penertiban warung tuak yang lokasinya berdekatan dengan masjid pada 24 Januari lalu, kejadian ini hampir mengarah ke SARA," sebut Roji saat menyampaikan aspirasi.Bahkan dalam aksinya, mereka menyindir jargon Kapolda Sumatera Utara bahwa tidak ada tempat bagi pelaku kejahatan di Sumut. Mereka menilai aksi kejahatan itu akan membuat warga takut bekerja dan beraktifitas, sehingga dapat mengganggu prekonomian. [br]"Belum lagi kasus perampokan yang di alami Kepala Ombudsman di jalan Pos, Kelurahan Kesawan, Medan Barat pada tanggal 11 Desember 2019. kejadian pelemparan terhadap mobil yang terjadi di jalan Darussalam Medan, sempat viral di media sosial karena sempat direkam oleh pemilik mobil, dan beberapa waktu yang lalu ada pesepeda yang hingga terseret akibat ulah penjambret di jalan Brigjend Katamso Medan, yang terjadi Minggu, 2 Februari lalu. Ya, Sumut tidak sedang baik-baik saja," jelasnya.Dalam aksi ini, massa meminta Kapolri Jenderal Idham Aziz memberikan atensi ke Sumatera Utara. Aksi massa pun diterima oleh Pawas Humas Polda Sumut, Kompol Elizabet Siahaan. (mtc)