MATATELINGA, Batubara: Seorang pengawas penambangan galian pasir di Dusun Cinta Maju, Desa Pematang Panjang, Kec. Air Putih, Kab. Batubara bernama Darwin Sitorus tewas dengan kondisi leher digorok usai dikeroyok sejumlah orang, Senin, (3/2/2020) sekira pukul 00.30 Wib. Tiga orang pelaku pengeroyokan berhasil diringkus polisi.Berdasarkan informasi diperoleh, pengeroyokan yang berakhir dengan pembunuhan ini bermula saat korban dengan seorang pelaku berinisial MS ,30, warga setempat terlibat pertengkaran. Disebut-sebut, korban menyiramkan air tuak kepada pelaku. Namun pertengkaran saat itu berhasil dilerai warga. Namun tak lama usai kejadian, pelaku bersama sejumlah rekannya mendatangi korban di lokasi pertambangan. Di sana awalnya rombongan pelaku berjumlah dengan penjaga tambang. Tak lama, korban datang ke lokasi itu. Saat itu, pelaku MS kemudian menyuruh rekannya untuk memukuli korban.Penjaga tambang yang melihat pengeroyokan itu langsung mengadukan kasus ini ke keluarga korban. Keluarga korban pun langsung menghubungi Polsek Indrapura. Namun sayang, saat polisi datang ke lokasi, korban sudah tewas dalam kondisi mengenaskan. Sedangkan pelaku melarikan diri.[br] Saat itu petugas membawa jasad korban ke RSUD Batubara untuk dilakukan Visum Et Repertum.Kapolsek Indrapura, AKP Mitha Anastasya, S.Ik membenarkan kasus ini. Tak lama berselang, tersangka MS menyerahkan diri, dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Unit Reskrim Polsek Indrapura. Sedangkan dua orang yang ikut mengeroyok GG dan JP diringkus dari kediaman masing-masing.Berdasarkan keterangan tersangka, petugas bergerak memburu pelaku lain yang telah diketahui identitasnya. "Para tersangka dikenakan pasal 340 Jo 170 KUHP, secara bersama-sama melakukan pengeroyokkan dan pembunuhan,” sebut Kapolsek. (mtc/fae)