MATATELINGA, Medan: Warga China yang ada di Sumatera Utara dan masa tinggalnya sudah habis namun tidak bisa kembali ke negara asalnya, akan diberi perpanjangan visa darurat. Hal tersebut dikatakan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Medan, Supartono pada wartawan di ruang kerjanya di Jalan Gatot Subroto, Medan, Selasa (4/2/2020). "Untuk pulang ke negaranya kan tidak ada penerbangan sedangkan yang bersangkutan izin tinggalnya sudah habis, kebijakan pusat untuk diberi perpanjangan izin tinggal darurat," katanya. Namun kebetulan sampai saat ini, belum ada warga negara China yang ada di Sumut yang mengajukan perpanjangan izin tinggal. "Saya lihat kunjungan warga China ke Sumut sangat kecil, sekali jadi belum ada pengajuan," katanya. Tambah Supartono, ada warga China yang bekerja di Sumut. Salah satunya di Pangkalan Susu. Namun demikian dia tidak meyebut angka WN China di Sumut. Menurutnya, ada di antaranya yang pulang namun pihaknya belum mengetahui berapa banyak yang pulang. "Tapi kita belum ada laporan update-nya. WN China Dilarang Masuk Supartono mengatakan, pemerintah Indonesia menghentikan sementara penerbangan langsung ke Tiongkok untuk mencegah penyebaran virus corona masuk ke negara ini. Penghentian tersebut mulai berlaku hari ini, Rabu (5/2/2020) pukul 00.00 WIB.Selain menghentikan penerbangan ke China, warga negara Indonesia juga dilarang untuk melakukan kunjungan ke Negeri Tirai Bambu itu. WNA China yang akan berkunjung ke Indonesia juga akan ditolak.[br]"Nanti akan kita cek. Jika ada WNA yang datang dari China, langsung ditolak," katanya di Medan, Selasa (4/2/2020).Penerbangan langsung dari dan ke Tiongkok memang sudah ditutup. Tetapi sebagian besar WNA dari Tiongkok yang masuk ke Sumut biasanya transit lebih dulu di Singapura atau Malaysia. Tentu hal ini menjadi perhatian pihaknya untuk lebih teliti memeriksa WNA yang masuk ke Bandara Kualanamu."Itu hanya berlaku bagi warga China yang datang dari China daratan, karena memang di sana ada virus corona. Tetapi jika ada WNA China yang tinggal di Australia atau lain, bukan China daratan tetap kami izinkan masuk," sebutnya.