Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Banyak Nyawa Terenggut, Nasib Penambang Siregar Aek Nalas Harus Jadi Perhatian

Banyak Nyawa Terenggut, Nasib Penambang Siregar Aek Nalas Harus Jadi Perhatian

- Rabu, 05 Februari 2020 09:04 WIB
Mtc/ist
Salah satu korban kecelakaan tambang L. Nadapdap 31
MATATELINGA, Tobasa: Banyaknya pekerja yang menjadi korban luka bahkan meninggal dunia di areal tambang pengambilan batu  Siregar Aek Nalas dan desa Sampuara, Kecamatan Uluan Kabupaten Toba Samosir seharusnya menjadi perhatian banyak pihak. 

Sudah cukup banyak nyawa melayang yang ditemukan bahkan tidak ditemukan sama sekali  hanya karena mengambil batu lokasi tersebut. Lokasi ini merupakan bukit batu di tepian Danau Toba yang sangat rawan dan sudah sangat banyak pekerja kehilangan nyawa. Pekerjaan ini mengandung resiko yang sangat tinggi. Jika terjatuh dari ketinggian maka nyawa tak akan tertolong, bahkan jika tercebur ke dalam Danau Toba dan tertimbun batu, mayatnya tidak akan bisa ditemukan. 

Seperti kejadian pada beberapa  waktu lalu tepatnya pada Rabu pagi 15/1/20 sekira pukul 10:00 Wib, seorang penambang NG (19) warga setempat anak dari Berton Gultom, harus kehilangan nyawa karena terjatuh dari tebing yang curam. Pemuda ini meregang nyawa dengan kondisi kepala yang mengenaskan dan tulang punggung yang remuk akibat jatuh menghantam batu dari ketinggian tebing. 

L. Nadapdap (31)  juga salah satu korban meninggal di area tambang pada bulan 12 Desember tahun lalu. Almarhum meninggalkan  seorang istri M. Butarbutar dan anak yang masih balita. 

Diduga pekerja ini tidak menggunakan Alat Pelengkap Diri (APD) seperti Helm, sepatu safety dan tali pengaman saat melakukan pengambilan batu. Pantauan awak media di lokasi ini memang para penambang tidak menggunakan APD yang mengantisipasi sewaktu-waktu jika terjadi kecelakaan kerja. 

Lokasi ini merupakan pengambilan batu dengan menggunakan alat seadanya secara manual oleh warga. Banyak warga  yang menggantungkan hidupnya dari batu tersebut. Warga setempat mengatakan bahwa mereka setiap harinya mengambil dan menaikkan batu ke atas kapal dan sudah mereka lakukan puluhan tahun secara turun temurun. 

[br]

"Ya kami menggantungkan hidup kami secara turun temurun dari batu ini. Sering saya menyarankan agar pekerja menggunakan APD seperti tali pengaman, namun mereka mengatakan jika itu malah mepersulit pekerjaan mereka” ungkap kepala desa Siregar Aek Nalas Efendi Siregar saat dihubungi via selulernya. 

Tidak jarang awak media inipun melihat anak buah kapal pengangkut batu tidak menggunakan life jacket atau pelampung dan bahkan muatan kapal diduga melebihi daya angkut. Semua dilakukan dengan cara tradisional dan bertaruh nyawa.

Ada puluhan kapal pengangkut batu dari lokasi ini menuju daerah Porsea, Siregar Aek Nalas, Balige, dan bahkan Kabupaten Samosir. Kapal-kapal ini sebagian besar bukanlah kapal milik penambang. Banyak kapal pengusaha yang mengambil batu dari daerah ini dan bahkan banyak warga Siregar Aek Nalas yang berhasil di perantauan dari daerah ini. 

Namun pertanyaannya, apakah kita akan menunggu korban berikutnya hanya karena persoalan urusan perut tanpa memperhitungkan keselamatan. Apakah pihak terkait dan anak rantau tidak bergerak hatinya menata ini semua?

(Mtc/Pin)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Sukseskan Gerakan ASRI, Forkopimda Sibolga Gotong Royong Massal Bersama Warga

Berita Sumut

Dihantam Banjir Bandang Jalan Desa Kampung Mudik-Aek Dakka Barus Sudah Dapat Dilalui

Berita Sumut

PWI Labuhanbatu Akan Gelar Konferensi IX, Panitia Pelaksana Terbentuk

Berita Sumut

Pemprov Sumut Genjot Pembangunan Infrastruktur Terpadu Lewat Program INSTANSI

Berita Sumut

Polwan Polda Sumut Laksanakan Pengamanan Aksi Unjuk Rasa di Kantor Gubernur Sumut, Dengan Humanis

Berita Sumut

Bakamla RI Siap Dorong Ekonomi Maritim Indonesia