MATATELINGA, Tobasa: Sebanyak 1.953 pelamar CPNS memperebutkan 99 posisi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara. 99 Posisi ini tersebar di setiap kantor kecamatan hingga di dinas-dinas kecuali tenaga fungsional seperti guru dan tenaga kesehatan. Pemerintah Kabupaten Tobasa hanya menerima pegawai atau posisi teknik.Pemkab Tobasa dan Badan Kepegawaian Nasional melakukan ujian CPNS untuk menjaring calon pegawai. Ujian ini dilaksanakan di ruang SMP Negeri 4 Laguboti pada hari Senin hingga Jumat 14/2/20 mendatang dan dijaga ketat oleh aparat kepolisian dan Satpol PP.1. 953 CPNS ini akan mengikuti sebanyak tiga kali ujian. Setiap hari, CPNS ini akan mengikuti ujian SKD (Seleksi Kompetensi Dasar) mulai dari Senin hingga Jumat. Hasil ujian akan diketahui langsung oleh peserta di layar lebar di luar ruangan yang telah disediakan. Panitia akan melakukan perangkingan setelah ujian dengan metode Passing Grade untuk mendapatkkan nilai tertinggi. Nilai tertinggi ini akan diumumkan di website resmi Pemkab Tobasa dan para peserta akan mengetahui apakah lulus atau tidak untuk mengikuti ujian berikutnya.Untuk mengikuti ujian tahap dua pada bulan Maret, peserta akan dilakukan perangkingan untuk memperoleh CPNS yang lulus untuk mengikuti ujian berikutnya.Ujian ini terdiri dari 4 fase setiap hari terkecuali pada hari Jumat. Jumat ini hanya melaksanakan ujian 1 fase saja.Salah satu peserta Calon Pegawai Negeri Sipil, Agustina Simagunsong (25) asal daerah Rantau Parapat berharap bisa lolos hingga ujian akhir. Agustina yang mengambil jurusan Administrasi ini masih kuliah di USU (Universitas Sumatera Utara) jurusan Management. Ujian tahap 1 telah ia lalui. “Saya merasa senang dan yakin bisa lulus. Saya juga yakin melihat proses passing grade ini dilakukan secara terbuka dan tidak ada unsur politik” ungkap Agustina.Diakhir ujian, panitia akan meloloskan 3 kali lipat jumlah peserta yaitu sebanyak 297 untuk mengikuti tahap selanjutnya.Herbet Sibarani sebagai pemerhati pendidikan berharap agar proses ini berjalan transparan dan baik. “Saya sangat setuju dengan metode passing grade dan saya juga berharap agar tidak ada permainan dalam melakukan proses seleksi CPNS,” harap Herbet.(MTC/Pin)