MATATELINGA, Tobasa: Bumdes Andeska Desa Natumikka, Kecamatan Borbor Tobasa melakukan panen jagung bersama dengan Bupati Tobasa Ir. Darwin Siagian pada Kamis (13/2/2020). Selain panen jagung, bupati juga memberikan bantuan mesin alat pemipil jagung dan gerobak untuk jual jagung rebus.Panen jagung ini juga turut diikuti oleh Kapolsek Habinsaran AKP. Esron Napitupulu, Danramil-15/HBS Kapten Kav Suharsono, kepala Dinas Pertanian Tua Pangaribuan dan kepala-kepala dinas lainnya. Panen jagung bersama ini merupakan panen jagung perdana semenjak Bumdes Andeska didirikan pada 2018 tahun lalu. Luas lahan tanaman jagung ini masih sekitari 8 ha dan rencananya akan mencapai 30 ha. Bumdes Andeska memperoleh dana desa tahun 2019 sebesar Rp. 200.000.000. Tahun 2018, Bumdes Andeska hanya melakukan penampungan hasil-hasil bumi dengan anggaran awal sebesar Rp. 40.000.000 Menurut Direktur Bumdes Andeska Monang Simanjuntak, tahun depan lokasi penanaman jagung akan mencapai 30 ha di lahan Konsesi. Selain Jagung, Bumdes juga turut mengelola Air PAM, kios pengecer pupuk subsidi.[br]"Air Pam juga dikelola Bumdes Andeska ke masyarakat dengan mengalirkan air pegunungan ke lokasi pengelolaan untuk layak di konsumsi,"sebutnya.Kadis Pertanian Tua Pangaribuan mengatakan jika jagung sangat bagus untuk tanam, karena umur pendek dan tahan terhadap penyakit. '"Apalagi harga jagung bagus saat ini jika kering 3000-4000/ kg. Namun Jagung muda lebih baik jika direbus dengan menggunakan gerobak untuk usaha UKM" ungkap Kadis Pertanian.Kedepan, rencananya akan upayakan produk olahan tepung dan pakan ternak. Produk olahan ini akan menjadi nilai tambah mengantisipasi harga sewaktu-waktu anjlok.(MTC/Pin)