Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
‘Oeang Soematra’ Mulai Langka dan Mahal

‘Oeang Soematra’ Mulai Langka dan Mahal

Admin - Senin, 14 April 2014 15:04 WIB

Matatelinga - Medan, Pada masa sebelum Indonesia merdeka dan beberapa tahun setelah diproklamirkannya kemerdekaan Republik Indonesia oleh Soekarno – Hatta,masyarakat Indonesia masih terkotak-kotak sesuai dengan daerahnyamasing-masing. Tak heran di masa itu pula, uang sebagai alat tukar juga masihsangat bervariasi sesuai dengan daerahnya masing-masing. Selain Uang guldenyang dibawa oleh Belanda sebagai alat tukar yang sah, uang daerah juga menjadisebuah alat tukar alternatif bagi para orang tua kita dulu. Misalnya saja,beberapa kota yang di masa awal kemerdekaan dulu merupakan kota besar dan kotaperdagangan memiliki uang daerah sendiri sebagai alat tukar yang sah. SepertiSiantar, Lima Poeloeh, Tuntungan, Asahan, Kuta Radja, Bukit Tinggi, Djambi, dandaerah-daerah lainnya.

Saat ini, uang kertas daerah merupakan satu dari sekian banyak jenis uangkertas yang diminati bagi para kolektor Numismatik maupun penggemar danpencinta uang kuno. Bahkan beberapa diantara uang daerah yang pernah beredardulu, saat ini tergolong langka dan susah di dapatkan. Oleh karena itu Uangdaerah menjadi satu “item collection” yang wajib bagi para kolektor dan penggemaruang kuno, meskipun harganya mulai mahal.

Sayangnya, di kalangan kolektor maupun penggemar dan pencinta uang kuno,saat ini mulai beredar uang daerah yang palsu. Di sela-sela pertemuan rutinpara kolektor dan penggemar serta pencinta uang kuno, Darwinsyah, KetuaSoematra Numismatik Club (Soentic) menjelaskan “beberapa jenis uang kertasdaerah saat ini sudah langka, dan susah untuk didapatkan. Kalaupun ada,terkadang harganya mahal, ada yang sampai jutaan rupiah. Mungkin karena langkadan mahal itulah makanya beredar uang palsu, khusus uang kertas daerah. Uangdaerah palsu ini ada yang dipalsukan di jaman dulu saat uang tersebut masihberedar, ada juga yang dipalsukan setelah masa kemerdekaan sekarang oleh orangyang sengaja berniat untuk menipu para kolektor dan pencinta serta penggemaruang kuno”.

Soematra Numismatik Club (Soentic) merupakan sebuah wadah diskusi,komunikasi dan silaturahmi bagi sesama pencinta dan penggemar uang kuno. Komunitasini selalu melakukan pertemuan rutin tiap hari Sabtu pada pukul 2 siangbertempat di kantor pos Medan. Sabtu kemarin (12/4) dalam pertemuan rutintersebut diskusi sengaja membahas tentang asli atau palsunya uang daerah. Parapenggemar dan pencinta uang kuno yang tergabung dalam komunitas ini sengajamembawa koleksinya masing-masing terkait uang kertas daerah mulai dari yangasli hingga yang palsu. Dalam diskusi ini membahas bagaimana caranya membedakanuang daerah yang asli dan yang palsu dengan membandingkan secara langsung uangdaerah yang asli dan palsu yang dibawa oleh masing-masing anggota komunitas.

Soentic baru saja di deklarasikan pada Sabtu lalu (5/4) di kantor posmedan. Komunitas ini sengaja dibentuk untuk menyatukan para kolektor danpencinta serta penggemar uang kuno dalam satu wadah,  yang sebelumnya saling jalan sendiri-sendiridan masing-masing. “Nggak lucukan, punya hobi yang sama, punya kecintaan yangsama pula terhadap uang kuno. Tapi pada jalan masing-masing. Padahal, ketemuorangnya itu-itu saja di lapangan. Kenapa tidak kita satukan dalam sebuahwadah”. Jelas Darwinsyah.

Meski saat ini anggota Soentic hanya berkisar dua puluhan orang saja, namunjumlah kolektor numismatik di Medan jumlahnya cukup banyak dan keberadaannyajuga cukup di pertimbangkan oleh kolektor numismatik di kota lain. “Kalau dijakarta setiap tahunnya selalu ada Java Auction, melalui komunitas dan wadahini kami berharap ke depannya akan ada Soematra Auction, yang merupakan sebuaheven pameran uang kuno di Indonesia. Bagi Anda penggemar dan pencinta apalagikolektor uang kuno yang berminat untuk bergabung dengan Soentic, silahkandatang ke kantor pos Medan setiap hari sabtu pada pukul 2 siang. Juga bisamenghubungi langsung pengurus Soentic : Darwinsyah (081370170551) atau Irwan(085371201155)” tutup Darwinsyah sebelum menutup diskusi tentang asli atau palsunyauang daerah, khususnya Oeang Soematra.

(Rlel/Mt-0!)


Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Luapan Sunga, Membuat Sektor Pertanian dan rRmah Warga Wilayah Dua Koto "Menyedihkan"

Berita Sumut

Syaiful Ramadhan Dorong Pemko Medan Segera Siapkan Program Pengendalian Banjir

Berita Sumut

Tidak Ada Urgensi Penandatanganan Komitmen Bersama Antara Kepala Daerah se- Sumut dengan KPK

Berita Sumut

JNE Medan Gelar JLC Member Gathering 2026,Perkuat Kolaborasi dan Pertumbuhan Bisnis Bersama Pelanggan

Berita Sumut

Polres Pelabuhan Belawan Gerebek Sarang Narkoba di Medan Labuhan

Berita Sumut

Media Gathering Asuransi Astra Gandeng OJK Bahas Pentingnya Pelindungan Konsumen