MATATELINGA, Medan: Kepala lingkungan (Kepling) bukan raja kecil. Kepling merupakan pelayan di tengah masyarakat. Karena itu, layanilah masyarakat dengan sebaik-baiknya."Selain itu, para kepling harus hadir di tengah masyarakat, beri pelayanan dan bantuan dengan ikhlas," pinta Camat Medan Johor, Zul Fachri Ahmadi, S.Sos saat Pengukuhan dan Penandatanganan Fakta Integritas Kepala Lingkungan se Kecamatan Medan Johor di Aula UPT Mekanisasi Pertanian Jalan Ahmad Yani Nasution Medan, Rabu (26/2/2020).Zul memastikan, dirinya akan melakukan evaluasikepada para Kepling setiap tiga bulan. Karena itu, Kepling dituntut tunjukkan kinerja dengan baik, jangan sakiti hati warga. "Kalau ada keluhan dari masyarakat oknum kepling melakukan tindakan di luar ketentuan, akan didalami dan jika ditemukan kesalahan, pasti ditindak. Kepling juga sebaiknya segera melapor kepada lurah atau langsung ke kecamatan jika terjadi kendala di lapangan," urainya.Zul juga meminta seluruh kepling menjaga kekompakan dan persaudaraan, sehingga bisa mendukung program-program yang sedang dijalankan Pemerintah Kota (Pemko) Medan, seperti gotong royong dan #yok bikin cantik Medan melalui pembuatan taman dan senantiasa menjaga kebersihan. "Kami tidak pernah meminta setoran agar lebih disayang atau diperhatikan. Kami hanya meminta agar kepling memberikan pelayanan terbaik, termasuk ajakan membayar pajak bumi dan bangunan (PBB) dan mengisi sensus penduduk," perintahnya.[br]Di kesempatan sama, Zul juga memastikan seluruh kepling sudah mengikuti uji kompetensi sebelum pelantikan. Ini dilakukan untuk memastikan pejabat lingkungan benar-benar mengetahui dan memahami daerahnya."Bahkan, kami juga bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut untuk melakukan cek urine kepada seluruh kepling sebelum dikukuhkan dan memperpanjang SK. Alhamdulillah, 81 kepling ini dipastikan bebas narkoba," ujarnya.Saat bersamaan, juga dilakukan penandatanganan pakta integritas berisi 17 pernyataan dan penyematan tanda jabatan secara simbolis kepada lima kepling. Diantaranya, mendukung program AyobikincantikMedan, sensus penduduk, PBB dan beberapa program Pemko Medan lainnya. Dijelaskan Zul Fachri, sebelumnya, kepada 81 Kepling di Medan Johor, sudah dilakukan tes urine sebagai syarat perpanjangan SK di Desember 2019 lalu. Selain itu, dilakukan uji kompetensi untuk menguji kemampuan dan pengetahuan tentang wilayah kerjanya. "Dari uji kompetensi ini, memang ada beberapa orang yang perlu dibina lebih baik lagi. Tapi secara keseluruhan semuanya cukup pantas," tandasnya. (mtc/amel)