MATATELINGA, Asahan: Usai sudah gelar kompetisi olah raga yang diikuti 181 peserta dari berbagai sekolah luar biasa yang ada di kabupaten Asahan. Meski dengan keterbatasan kemampuan yang dimiliki para peserta, kompetisi olah raga disabilitas yang digelar Dinas Olah Raga dan Pariwisata kabupaten Asahan sejak 26 hingga 28 Pebruari 2020, setidaknya telah menghasilkan bibit olahragawan yang dapat diandalkan pada tournamen berikutnya baik dengan skala daerah maupun pada tingkat propinsi hingga nasional."Selama tiga hari di Dinas Olah Raga dan Pariwisata Asahan di gelar kegiatan kompetisi olah raga disabilitas dengan agenda yang dipertandingkan antara lain bulu tangkis, atletik dan tennis meja,"ujar Plt.Kepala Dinas Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Asahan Buwono Prawana mewakili Bupati Asahan.Lebih lanjut Buwono juga mengatakan dari kegiatan kompetisi tersebut, telah didapat bibit bibit olah ragawan dan olah ragawati penyandang disabilitas yang nantinya dapat untuk dipupuk dan di bina agar lebih baik lagi prestasinya."Atlit atlit disfabel ini sejak tahun 1995 sudah tidak lagi masuk dalam wadah Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) , namun mereka sudah ditampung dalam wadah organisasi National Paralympic Committee (NPC),"sebutnya.Buwono Prawana juga mengatakan Pemerintah Kabupaten Asahan akan terus berupaya meningkatkan serta mendorong para atlit penyandang disabilitas ini untuk lebih berprestasi dalam rmeraih asa."Bupati Asahan H.Surya sangat mengapresiasi kegiatan kompetisi olah raga disabilitas ini, dan berharap kedepan semakin maju , "pungkasnya. (mtc/ben).