MATATELINGA, Sei Lepan: Karena tak pernah mendapatkan pelayanan yang layak, belasan masyarakat Lingkungan III, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat 'menyegel' Kantor Lurah dan Puakesmas Pembantu (Pustu) Harapan Jaya, Senin (2/3/2020) sekira jam 13.30 WIB.Aksi belasan warga tersebut berawal dari rasa kekecewaan mereka kepada pelayanan birokrasi Kelurahan Harapan Jaya yang tidak memuaskan. Pasalnya, kantor Kelurahan Harapan Jaya sangat jarang buka, bahkan Lurah sendiri pun sangat jarang masuk kantor."Kami mau ngurus dokumen kependudukan apapun susah, soalnya Lurah jarang masuk, kantornya pun jarang buka. Dah macam sarang hantu Kantor Lurah ni. Kalau mau ngurus berkas, kami ke rumah seklur. Nanti yang berurusan ke Kabupaten suami seklur itu, dan pastinya selalu pake tarif," beber warga yang mengaku bernama Hakim.Hal senada juga disampaikan Brata (39), tokoh pemuda Lingkungan III Harapan Jaya yang sangat kecewa dengan kinerja Lurah Harapan Jaya. Brata mengatakan, bahwa penggunaan Dana Kelurahan tidak transfaran. "Liat la, pembangunan disini terkesan asal jadi aja," bebernya."Kami gak pernah tau berapa jumlah Dana Kelurahan yang dikucurkan pemerintah. Setiap ditanya, Lurah selalu mengelak. Ada proyek leningan di Lingkungan Sidodadi, RT III senilai Rp 85 juta-an yang baru saja selesai dikerjakan tapi sudah retak-retak," sambungnya.Warga berharap kepada pihak terkait agar dapat segera menindaklanjuti dan menindak tegas kebobrokan pelayanan birokrasi di Kelurahan Harapan Jaya. "Muak kami dengan Lurah ini. Kami minta agar Lurah kami segera diganti dan pelayanan di Kantor Lurah Harapan Jaya agar bisa lebih ditingkatkan lagi," tandas Brata.Camat Sei Lepan, Faizal Rizal Matondang SSos saat dikonfirmasi via telepon selulernya mengaku akan segera menegur Lurah yang jarang masuk kantor. "Udah sering kita ingatkan. Begitupun, nanti saya peringatkan lagi Lurahnya," pungkas Camat.Selain itu, pelayanan kesehatan di Kelurahan Harapan Jaya juga tidak diraskan masyarakat sekitar. Sudah bertahun-tahun Pustu Harpan Jaya tidak pernah buka, sehingga warga sangat kesulitan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai."Kalau mau berobat, kami selalu menunggu bidan kampung pulang dari tempatnya bekerja. Abang ku pernah sakit perut dari pagi, menjelang malam baru mendapatkan pertolongan medis. Gak jarang juga warga sini yang sakit kronis sampe meninggal, karena tidak ada pertolongan medis. Jadi, gak ada gunanya juga kan ada Pustu disini, lebih baik kami segel aja," pungkas warga.Pantauan di lapangan, Pustu Harapan Jaya terlihat sangat memprihatinkan. Tumbuhan semak terlihat mengelilingi Pustu yang sudah beberapa tahun tak pernah dibuka. "Kami butuh pelayanan kesehatan yang layak seperti warga-warga di daerah yang lain. Macam dianggap gak ada kami disini. Kami berharap agar Pustu bisa segera diaktifkan," tandas warga. (AVID)