Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
KPPU Sidak Masker di Medan, Distributor Ambil Untung Hingga 50 Persen

KPPU Sidak Masker di Medan, Distributor Ambil Untung Hingga 50 Persen

- Kamis, 05 Maret 2020 16:19 WIB
mtc/amel
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah (Kanwil) I melakukan inspeksi mendadak (sidak), monitoring dan cek harga masker di Sumatera Utara (Sumut).
MATATELINGA, Medan: Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah (Kanwil) I melakukan inspeksi mendadak (sidak), monitoring dan cek harga masker di Sumatera Utara (Sumut). 

Keuntungan ternyata banyak diraup distributor dan apotek pasca wabah Covid-19 ini. Selama beberapa minggu terakhir, masker merek OneMed buatan anak negeri ini dijual dengan harga Rp 150 ribu per kotak oleh distributor PT Dimas Andalas Makmur, Jalan Mojopahit No.121/35, Petisah Tengah, Medan Petisah, Petisah Hulu, Kecamatan Medan Baru ini. Padahal dia membeli dengan harga Rp 100 ribu per kotak. 

Kepala KPPU Kanwil I, Ramli Simanjuntak  mengatakan dalam pengecekan, memang pasokan masker memang sangat berkurang. Dari pabrikan yang ada di Surabaya atau di Bandung, pasokannya memang sangat berkurang.

"Seperti di PT Dimas, dengan stok 1000 kotak per bulan, telah berkurang, kini menjadi 5 kotak. Dan yang lebih jelas lagi, masker N95 tidak ada," jelas dia.

Dari penelitian sementara KPPU, lanjut Ramli, memang untuk masker ada beberapa bahan baku yang harus impor dari negara tertentu, salah satunya dari China.  Pembatasan impor dari China juga menjadi penyebab, bahan baku berkurang, masker tidak bisa diproduksi. Padahal permintaan sangat tinggi.

[br] 

Untuk itu, jangan sampai pabrikan atau distributor  yang mempermainkan harga dengan menahan pasokan untuk mendapatkan keuntungan lebih. 

"Itu pasti kena di KPPU, itu yang sekarang sedang kita cari sekarang. Bermainlah di pabrik, bermain-main di pengecer," terangnya.

Soal pasokan, Ramli menyarankan agar  bisa pemerintah melakukan operasi masker untuk memberikan harga murah di masyarakat. "Saya juga sudah ingatkan jangan beri harga berlebih," tuturnya.

Kata dia, jika terbukti menyalahi undang-undang, akan dikenakan sanksi denda maksimal Rp 25 miliar, dan hanya paling berat pencabutan izin usaha. "Jadi para pelaku usaha, kalau masyarakat lagi butuh, berikanlah, sesuai harga yang wajar. Jangan seperti tadi, permintaan tinggi, harganya dibuat melambung tinggi," pungkasnya.

Sebelumnya, dalam sidak di apotek Alkes Medan di Jalan Raden Saleh Medan, tim KPPU mendapatkan kekosongan stok masker. Banyak pelanggan yang dibuat kecewa karena kekosongan ini. "Kita sekarang ada jual yang eceran isi 5 lembar, harganya Rp 25 ribu," tutur pengelola apotek, Sri.

[br]

Kemudian tim KPPU langsung menjambangi PT Dimas Andalas Makmur. Dalam sidak di distributor alat kesehatan ini, tim KPPU langsung menuju gudang dan hanya melihat dua karton masker yang tersisa, atau sebanyak 50 kotak masker (2.000 lembar masker).

Ditemukan, distributor ini menjual masker dengan harga yang cukup tinggi. Uniknya, harga masker kepada masyarakat yang ditetapkan Rp 150 ribu per kotak, usai kedatangan KPPU diturunkan menjadi Rp 125 ribu per kotak.

Sementara, Direktur PT Dimas Andalas Makmur Meliyana Manurung menjelaskan, Desember lalu, perusahaannya mendapatkan masker dengan harga Rp 35 ribu per kotak dari pabrikan di Surabaya. Namun sejak Minggu lalu, harga naik menjadi Rp 100 ribu.

"Kita baru ambil lagi minggu lalu dengan harga Rp 100 ribu per kotak. Jumlah stok kita pun turun drastis, tidak bisa stok banyak, minggu depan hanya akan datang 5 karton lagi," jelas dia.

Kata Meliyana, selama ini distributor memang membatasi permintaan masker dari warga, lantaran fokus menyediakan masker untuk rumah sakit.  Selama ini, yang rutin pakai masker hanya rumah sakit. Sekarang tiba-tiba seluruh masyarakat menggunakan.

"Kami prioritaskan siapa yang membeli kita tetap layani. Hanya kita berikan dengan pembatasan," pungkasnya. (mtc/amel)

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

BMKG: Mayoritas Kota Besar di Indonesia Berpotensi Diguyur Hujan

Berita Sumut

RSUD Pirngadi Buka Suara Soal Pasien Korban Penembakan: BPJS Tak Tanggung, Pasien Tolak Dirujuk

Berita Sumut

Usai Dilantik Rico Waas, PWPM Aktif Bergerak dan Gelar Kurban Iduladha 1447 H

Berita Sumut

Melakukan Pencurian, Brimob Polda Sumutera Utara Tiba, Pelaku Tak Berdaya

Berita Sumut

Rico Waas Ingin Pesparani Jadi Agenda Tahunan Bergengsi di Medan, Bisa Digabung dengan Pesparawi

Berita Sumut

Rico Waas Terima Pamit Kepala OJK Sumut, Pengawasan Judi Online Jadi Sorotan